LPBI NU Kirimkan Relawan Dirikan Pos Pengungsian Gunung Agung

“Adapun kebutuhan yang mendesak adalah selimut, matras, obat-obatan, kebutuhan bayi dan anak, serta higienis kit”

LPBI NU Kirimkan Relawan Dirikan Pos Pengungsian Gunung Agung


Telegraf, Amlapura – Aktivitas vulkanik Gunung Agung masih tetap tinggi. Status Gunung Agung hingga 18.00 wita masih level IV (awas) dan hingga saat ini belum terjadi trend penurunan status terhadap aktivitas vulkanik Gunung Agung.

Gempa dengan kekuatan 4,3 SR lebih terjadi pada Selasa kemarin pada Gunung Agung yang memiliki ketinggian 3.142 mdpl itu.

Meningkatnya status awas Gunung Agung dan aktivitas tremor Gunung Agung di Karang Asem Bali. Mendorong masyarakat sekitar Gunung Agung pergi untuk mengungsi ketempat yang lebih aman.

Seperti pada data yang dikeluarkan oleh BNPB sampai dengan Minggu, (24/09/2017) sore lalu, menunjukan jumlah pengungsi sudah mencapai 34.460 jiwa dan tersebar di 238 titik pengungsian.

Terkait dengan hal itu, agar bisa diperoleh data yang valid dan sesuai untuk pemenuhan kebutuhan pengungsi, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU ) telah mengirimkan tim assesment sebanyak 3 personil ke lokasi pengungsian mulai tanggal 25-29 September 2017 nanti.

“Tugas tim pada tahap awal ini hanya akan mendata segala kebutuhan yang diperlukan di pos pengungsian dan supervisi yang sudah ada dan mencari lokasi yang pas. Selain itu LPBI akan menyiapkan Posko untuk memberikan dukungan dan suport bagi warga.” terang  Yulistianto, ketua tim assesment dari LPBI NU.

Tim assesment LPBI NU melaporkan bahwa data pengungsi sampai dengan Rabu (27/09/2017) pagi, sudah berjumlah sebanyak 480.540 jiwa dan tersebar di 301 titik.

Para pengungsi Gunung Agung itu tersebar di sembilan kabupaten yang berbeda, antara lain di kabupaten Karang Asem, Klungkung, Bangli, Buleleng, Jembrana, Tananan, Badung dan Gianyar.

Anto panggilan akrab dari Yulistianto menambahkan pengungsi terbanyak ada di kabupaten Karang Asem yang berjumlah sekitar 21.517 jiwa dan tersebar di 82 titik pengungsian.

Baca Juga :   Mau ke Jakarta, Anda Harus Perpanjangan STRP Dulu

“Adapun kebutuhan yang mendesak adalah selimut, matras, obat-obatan, kebutuhan bayi dan anak, serta higienis kit” jelas Anto.

Sementara itu pengungsi yang ditampung di pos Peduli NU berjumlah 571 jiwa terdiri dari 314 laki-laki dan 257 wanita. Pos peduli NU sendiri didirikan dilokasi Masjid Al Hikmah Buitan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karang Asem.

“Untuk sementara kebutuhan makan, minum dan air bersih sudah tercukupi. Kedepan dengan rencana pengungsi yang akan disatukan mungkin perlu ada peningkatan bantuan utamanya untuk penyediaan air bersih, seperti pompa air serta tandonnya,” terang Anto.

Selain itu menurut Anto, kebutuhan yang sangat mendesak sekali saat ini adalah terpal untuk membuat sekolah darurat bagi anak-anak agar mereka tetap bisa tetap belajar.

“Agar anak-anak usia sekolah tidak terlalu jauh ketinggalan pelajarannya, sedangkan ustad dan guru sudah siap membantu untuk mengajar.”

“Terakhir bagi para dermawan dan donatur yang inging berbagi membantu saudara kita yang terkena musibah letusan Gunung Agung dapat berkoordinasi dengan PP LPBI NU atau LAZIS NU di Kantor PBNU Jakarta”. tutup Anto menjelaskan keadaan disana. (Red)

Photo Credit : Dok. LPBI NU


 

KBI Telegraf

close