LPBI NU DKI Jakarta Latih Masyarakat Lakukan Penanggulangan Bencana

LPBI NU DKI Jakarta Latih Masyarakat Lakukan Penanggulangan Bencana

"LPBI NU sebagai bagian dari masyarakat berkomitmen akan terus melaksanakan penguatan kapasitas masyarakat dalam penanggulangan bencana, kemandirian dan kesiapsiagaan masyarakat dalam bencana sangat penting, sehingga masyarakat akan mampu menolong dirinya jika terjadi bencana, sejatinya masyarakat sebagai subjek bukan obyek, sehingga tercipta masyarakat mandiri dan tangguh."

LPBI NU DKI Jakarta Latih Masyarakat Lakukan Penanggulangan Bencana


Telegraf, Jakarta – DKI Jakarta merupakan daerah yang rawan bencana, diantaranya banjir, kebakaran, gempa bumi dll. berdasarkan data tahun 2018 Jakarta telah mengalami beberapa kali bencana baik banjir dan juga kebakaran.

Untuk meminimalisir dampak dan mengurangi risiko yang diakibatkan bencana Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) DKI Jakarta, bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, melaksanakan kegiatan pelatihan penanggulangan bencana berbasus komunitas, hal ini sebuah keharusan, karena jika terjadi bencana, maka masyarakatlah yang paling pertama terkena dan yang paling terdampak.

Basuki Rahmat Kepala Seksi Kerjasama Antar Lembaga BPBD DKI Jakarta menyampaikan bahwa penanggulangan bemcana adalah urusan semua, baik pemerintah masyarakat dan juga dunia usaha, LPBI NU DKI Jakarta bagian dari masyarakat telah banyak membantu masyarakat baik pra dan saat bencana. Pelatihan ini adalah sebuah komitmen kerjasama pemrov DKI Jakarta dalam hal ini BPBD DKI Jakarta dengan LPBI NU DKI Jakarta untuk mewujudkan ketangguhan masyarakat.

M. Wahib Emha, ketua LPBI NU DKI Jakarta dalam wawancaranya, (22/04/18) menegaskan, bahwa LPBI NU sebagai bagian dari masyarakat berkomitmen akan terus melaksanakan penguatan kapasitas masyarakat dalam penanggulangan bencana, kemandirian dan kesiapsiagaan masyarakat dalam bencana sangat penting, sehingga masyarakat akan mampu menolong dirinya jika terjadi bencana, sejatinya masyarakat sebagai subjek bukan obyek, sehingga tercipta masyarakat mandiri dan tangguh.

Asep Sabar Utama Komandan Santri Siaga Bencana (SSB) LPBI NU DKI Jakarta menyatakan bahwa SSB sebagai relawan NU dalam penanggulangan bencana, berperan aktif dalam membantu masyarakat karena SSB bagian dari masyarakat itu sendiri, sudah banyak pelatihan-pelatihan yang telah dilaksanakan. Pelatiha kali ini akan dilaksanakan di 5 kotamadya, dan melibatkan 40 SSB di setiap kotamadya, sehingga berjumlah 200.

Pelatihan yang dibuka oleh BPBD DKI Jakarta, menyatakan dalam pelaksanaan pelatihan juga melalui 2 tahap, tahap teori (indoor) dan praktek (outdoor) dengan materi manajemen penanggulangan bencana, bantuan hidup dasar (BHD) dan juga pemadaman api teori dan praktek. (Red)


Photo Credit : LPBI NU sebagai bagian dari masyarakat berkomitmen akan terus melaksanakan penguatan kapasitas masyarakat dalam penanggulangan bencana. | Dok/LPBI NU DKI/BPBD

 

KBI Telegraf

close