LPBI NU DKI Jakarta Adakan Pelatihan Pengelolaan Sampah Di Pesantren Asshidiqqiyah

Salah satu persoalan penyebab bencana banjir di DKI Jakarta adalah banyaknya sampah yang terbuang di aliran air dan sungai. Sampah juga telah membuat persoalan lingkungan di Jakarta yang tak kunjung selesai.

LPBI NU DKI Jakarta Adakan Pelatihan Pengelolaan Sampah Di Pesantren Asshidiqqiyah

Telegraf, Jakarta – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) memfokuskan pada tiga isu, yaitu penanggulangan bencana, perubahan iklim, dan lingkungan hidup, yang ketiganya saling berkaitan erat.

Salah satu persoalan penyebab bencana banjir di DKI Jakarta adalah banyaknya sampah yang terbuang di aliran air dan sungai. Sampah juga telah membuat persoalan lingkungan di Jakarta yang tak kunjung selesai. Berdasarkan data DKI Jakarta memproduksi sampah mencapai 7000 ton dalam sehari. Hampir seluruh sampah belum bisa diolah untuk dapat dikurangi.

Berdasarkan fakta di atas, Selasa 15 November 2016 bertempat di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Kedoya Jakarta Barat, LPBI NU DKI Jakarta bekerjasama dengan PP Asshiddiqiyah Jakarta, RMI NU, Bank Sampah Nusantara (BSN) LPBI NU, dan Ikatan Alumni Asshiddiqiyah (IKLAS) melaksanakan Pelatihan Pengelolaan Sampah, dengan tujuan agar para santri dapat berkreatif  daur ulang sampah menjadi  handy carft atau cinderamata, sehingga para santri tidak lagi melihat sampah sebagai barang hina, kotor namun sesuatu yang bernilai ekonomis, mengubah sampah menjadi berkah.

Dalam sambutannya Pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta, KH. Ahmad Mahrus Iskandar, menyatakan bahwa pengelolaan sampah jika dijalankan dan ditekuni  oleh santri sehingga penumpukan sampah yang menjadi penyebab bencana dapat terkurangi,  maka yang melakukan pengelolaan sampah mendapatkan pahala dan bernilai ibadah, Santri juga harus bisa berkreatif dengan mengelola bahan sampah menjadi barang antik, karena hanya santri yang berkreatiflah yang akan dapat mewarnai kehidupan di dunia ini.

Zein, Ketua Umum Alumni Asshiddiqiyah sangat mendukung kegiatan yang dilaksanakan LPBI NU DKI Jakarta, dengan adanya pelatihan Pengelolaan Sampah akan dapat mencetak alumni yang peduli terhadap lingkungan dan menjadi alumni yang memiliki kemandirian secara ekonomi, karena hasil pengelolaan sampah bernilai ekonomi. Nara sumber dalam pelatihan ini adalah Tim BSN LPBI NU.

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 50 santri pilihan, sehingga hasil dari pelatihan bisa dikembangkan kepada santri yang lain.  M. Wahib, Ketua LPBI NU DKI Jakarta berharap kegiatan pelatihan ini akan terus dikembangkan di beberpa pesantren di DKI Jakarta, dengan terus menggandeng RMI NU DKI Jakarta, kedepan pesantren tidak hanya memproduksi hasil handy craft tapi juga memilki perkebunan mini/hidroponic  yang dapat menghasilkan sayuran organik, dan diamini oleh H. Bahaudin Ketua RMI NU DKI Jakarta. (Red)

 

Foto : LPBI NU DKI lewat Bank Sampah Nasional saat melakukan kunjungan dan pelatihan di Ponpes Asshidiqqiyah. | LPBI NU


 

Tanggapi Artikel