LPBI NU Berperan Serta Aktif Terhadap Penanganan Bencana Banjir Bandang Garut

LPBI NU Berperan Serta Aktif Terhadap Penanganan Bencana Banjir Bandang Garut

LPBI NU Berperan Serta Aktif Terhadap Penanganan Bencana Banjir Bandang Garut

Telegraf, Garut – Hari kedua pasca terjadinya banjir bandang di Kabupaten Garut, keadaannya masih begitu terlihat sangat memperihatinkan, bukan hanya kondisi medan yang luluh lantak berantakan akibat disapu bersih oleh arus air bah yang datang menghantam dengan begitu tiba-tiba. Begitu juga dengan keadaan para korban disana, hal ini terlihat pada hari kedua (22/09) di bebarapa pos-pos pengungsian di Cimacan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (22/09).

Hari ini merupakan hari kedua masa evakuasi korban dan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan, sementara itu tim pencarian melibatkan berbagai unsur yakni LPBI NU, Banser, Basarnas, BPBD, Polri, TNI, Tagana, sukarelawan dan masyarakat. Tim pencarian itu melakukan pencarian di tiga titik daerah yang dilanda banjir dan sepanjang aliran arus Sungai Cimanuk.

Basarnas Bandung menetapkan titik pencarian di tiga titik yakni lapangan Paris, Cimacan dan Sungai Cimanuk hingga ke Wado.

Selain ikut dalam pencarian dan evakuasi korban banjir, LPBI yang merupakan lembaga reaksi cepat penanggulangan bencana milik NU, juga memberikan bantuan berupa logistik dan alat-alat perlengkapan untuk kebutuhan para pengungsi di posko NU Peduli di Cimacan, dimana bantuan itu diserahkan kepada PCNU Kabupaten Garut, bantuan diterima langsung oleh KH. Aceng Sirojul Munir selaku wakil ketua Tanfidziyah PCNU Garut, untuk kemudian diditribusikan kepada para korban banjir bandang yang hingga saat ini masih ada di posko-posko pengungsian. (asb/wwd)

Foto : Proses penyerahan bantuan logistik untuk korban banjir bandang Garut oleh LPBI NU. | Telegraf Photo/Wiwid

KBI Telegraf

close