Liga Primer India Ingin Mendatangkan Ibrahimovic Untuk Merumput Disana

Liga Primer India Ingin Mendatangkan Ibrahimovic Untuk Merumput Disana

"Dari pihak saya, saya pasti akan coba untuk meyakinkannya untuk bermain untuk Delhi Dynamos. India segera akan menjadi tujuan bagi sepak bola internasional."

Liga Primer India Ingin Mendatangkan Ibrahimovic Untuk Merumput Disana

Telegraf, Swedia – Gianluca Zambrotta menilai Zlatan Ibrahimovic akan menyenangi kehidupan di India dan ia siap merayu bomber Manchester United itu untuk pindah ke kesebelasannya saat ini, Delhi Dynamos.

Zambrotta memang telah beralih profesi menjadi pelatih sepak bola setelah gantung sepatu. Eks pemain tim nasional Italia itu memulai kariernya sebagai pelatih di klub Swiss, Chiasso, pada November 2013 lalu. Ia kemudian dipecat pada April 2015.

Zambrotta kemudian direkrut sebagai pelatih Delhi Dynamos pada Juni 2016 ini dan kini berjanji akan coba mendatangkan Ibrahimovic ke Liga Primer India.

“Mengingat jumlah pendukungnya di India, saya kira Zlatan akan tertarik datang dan mengakhiri kariernya di sini,” kata Zambrotta kepada Indian Express, seperti dikutip dari ESPN FC.

“Dari pihak saya, saya pasti akan coba untuk meyakinkannya untuk bermain untuk Delhi Dynamos. India segera akan menjadi tujuan bagi sepak bola internasional.”

Zambrotta sendiri pernah bekerja sama dengan Ibrahimovic ketika sama-sama membela AC Milan dan Juventus. Ia adalah salah satu nama terkenal yang menjajal Liga Super India sebagai pelatih, sementara di daftar pemain ada nama-nama seperti John Arne Riise, Florent Malouda, Mohamed Sissoko, Diego Forlan, dan Mohamed Sissoko.

Sementara itu, di usia 35 tahun, Ibrahimovic belum menunjukkan tanda-tanda kemunduran, meski ia memiliki posisi sebagai penyerang posisi yang kerap membutuhkan kebugaran dan kecepatna.

Mantan penyerang Paris Saint Germain itu telah mengoleksi lima gol dalam 10 pertandingan di semua kompetisi dan terus tampil konsisten. (red/ist)

Foto : Zlatan Ibrahimovic diminta untuk merumput di liga premier India. | Reuters Photo/Christian Hartmann

KBI Telegraf

close