Connect with us

Lifestyle

Temukan Talenta Kreator Kecantikan TikTok dan L’Oréal Indonesia Gelar “Beauty Star on TikTok”

Published

on

Photo Credit : Haswar Hafid, Head of Brand Partnerships, TikTok Indonesia, Fabian Prasetya Wijaya, Chief Digital & Media L’Oréal Indonesia (ki-ka)/Doc/Telegraf

Telegraf – Pertumbuhan industri yang didorong oleh digitalisasi dan perubahan pola belanja konsumen akibat pandemi merubah segalanya.

Muncul berbagai kreatifitas anak-anak muda dari berbagai sisi seperti media sosial, tiktok adalah salah satu media sosial yang sedang digandrungi anak anak generasi millenial dan generasi Z.

Membaca peluang tersebut tiktok berkolaborasi dengan L’Oréal Indonesia dan juga Indonesian Beauty Vlogger menghelat sebuah kompetisi nasional “Beauty Star on TikTok”.

Beauty Star on TikTok diharapkan menemukan talenta baru dari para kreator kecantikan. Mengangkat tema “Celebrating Your Unique Beauty”, kompetisi ini mengajak komunitas kecantikan Indonesia untuk merayakan keunikan mereka dan mengekspresikan diri mereka secara autentik melalui kreativitas.

Hal itu diungkapkan oleh Haswar Hafid, Head of Brand Partnerships, TikTok Indonesia, di Jakarta, Kamis (1/9).

“Dalam beberapa tahun terakhir, kreator konten telah memainkan peran penting dalam menetapkan norma baru untuk kecantikan, termasuk kreator kecantikan kami di TikTok. Sebagai platform hiburan, kami senang melihat TikTok menjadi tujuan utama bagi komunitas kecantikan Indonesia untuk belajar hal baru dan terhibur melalui konten kreatif yang disajikan secara autentik dan menarik dari para kreator kami,” ungkapnya.

Lanjutnya dari tutorial makeup, review produk, hingga tren kecantikan baru, komunitas kecantikan lokal terus menginspirasi satu sama lain di TikTok. Oleh karena itu, kami sangat bersemangat untuk menemukan generasi kreator konten kecantikan berikutnya melalui kompetisi ini.

Dikesempatan yang sama Fabian Prasetya Wijaya, Chief Digital & Media L’Oréal Indonesia, mengungkapkan pertumbuhan komunitas kecantikan di TikTok merupakan indikasi positif untuk masa depan kreator kecantikan.

”Kami bangga bisa bekerja sama dengan TikTok dan menjadi bagian dari inisiatif ini. L’Oréal percaya akan kekuatan kreativitas dan kami telah melihat peranan penting dari komunitas TikTok sebagai pionir dalam melahirkan tren kecantikan. Lebih dari itu, di L’Oréal kami berkomitmen untuk merayakan perbedaan dan inklusivitas dengan menerima ragam kultur, latar belakang, dan gaya hidup yang ada,” kata Fabian.

Ia menambahkanBersama lima belas brand unggulan; Garnier, L’Oréal Paris, Maybelline, dan brand lainnya, kami merayakan kreativitas dan inklusivitas dari kreator kecantikan sekaligus memupuk ekspresi diri mereka sehingga kita bisa bersama-sama memajukan industri kecantikan Indonesia.

Atti K.

Bagikan Artikel
Advertisement
Click to comment

Lifestyle

Anak Generasi Alpha Cenderung Solitaire dan Melek Teknologi

Published

on

By

Credit photo : Waty  Deputy Managing Director Brand Portfolio & Communication Health Care PT. Tempo Scan Pacific, Tbk. (kiri) dan beberapa pembicara saat peluncuran Biostime di Jakarta, Selasa (20/9)/Doc/Ist

Telegraf – Anak yang lahir pada generasi Alpha (lahir mulai tahun 2010) cenderung melek teknologi (tech-savvy), mudah menyelesaikan masalah (self sufficient), lebih suka sendiri (solitaire) serta kurang melakukan aktivitas fisik (high risk at sedentarism).

Hal itu diungkapkan oleh Samanta Elsener M.Psi, Psikolog Anak dalam peluncuran susu Biostime dari Tempo Scan, Selasa (20/9).

Ia juga mengungkapkan permasalahan yang paling sering ditemui pada anak-anak Generasi Alpha adalah sensory processing disorder, seperti kurang fokus, kecanduan gadget, kurang keterampilan sosial.

“Cobalah untuk beradaptasi dan biasakan diri dengan dunia maya. Selain pola asuh yang tepat, juga diperiukan stimulasi yang tepat agar tumbuh kembangnya dapat optimal. Para orang tua harus hadir sepenuhnya mendampingi anak khususnya dalam perkembangan emosi anak, berinteraksi positif dengan anak untuk menjaga bonding dengan mereka, serta perlu kreatif menciptakan inovasi dalam parenting. Semakin baik melakukannya, semakin baik si kecil juga beradaptast dengan teknolog, Sehingga anak Generasi Alpha mampu beradaptasi menjadi Advanced Generation,” tutur Samanta.

Di kesempatan yang sama dr. Diana Felicia Suganda, ekspertis nutrisi mengatakan penerapan nutrisi tepat dan seimbang terhadap Generasi Alpha juga patut menjadi perhatian utama demi memenuhi perkembangan otak dan kebutuhan kognitif anak Generasi Alpha yang hidup berdampingan dengan teknologi.

“Pencernaan akan sehat jika kita mendukung kelengkapan nutrisinya dari sisi Makronutrien maupun Mikronutrien serta Prebiotik dalam jumlah yang cukup. Pencernaan yang sehat, menghasilkan daya tahan tubuh yang kuat. Ditambah lagi dengan nutrisi untuk kecerdasan seperti Cod Liver Oil, DHA, LA, ALA untuk mendukung sisi kognitifnya,” ungkapnya.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi Generasi Alpha yang selalu berdampingan dengan teknologi yang terus berkembang, PT. Tempo Scan Pacific luncurkan produk susu formula dan susu pertumbuhan premium terbaru Biostime.

Waty  Deputy Managing Director Brand Portfolio & Communication Health Care PT. Tempo Scan Pacific, Tbk. menjelaskan Biostime dengan formula BioShield A+ merupakan formula lengkap yang terdiri dari Digestive A+, Immune A+ don Smart At.

Dengan teknologi yang serba advance, kita mempersiapkan anak- anak Generasi Alpha dengan memberikan nutrisi terbaik dengan Formula Bioshield At serta menggunakan bahan baku berkualitas terbaik dari New Zealand dan Australia,” kata Waty.

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Lifestyle

Angkat Brand Lokal Melalui Cyberpunk dan Animatrix di Museum of Toys

Published

on

By

Photo Credit : Yungky Pangestanu selaku second generation leader dari brand Weidenmann, Muhammad Triangga selaku Co-Founder dari Grebe, Deasy Varianti Susanto selaku Founder dari Museum of Toys dan Natalia Haman, selaku Founder SENSE Indonesia digital creative agency (ka-ki)/ Dok /Telegraf

Telegraf – Dalam rangka memajukan brand brand lokal serta mendukung artis lokal bereksperimen dalam sebuah karya seni lukisan/mural, Grebe dan SENSE Indonesia serta Weidenmann berkolaborasi hadirkan Museum of Toys.

Mengusung 2 konsep utama yaitu CYBERPUNK yang mengacu pada teknologi dan keterkaitan dengan dunia maya (World Cyberspace) dan ANIMATRIX yang memperlihatkan animasi maupun efek grafis berlatar belakang kota urban, dengan kemajuan ilmu dan teknologi super canggih.

Di dalam experience room ini, pengunjung diajak mencoba berbagai aktivitas seperti Cyberpunk Experience, Photo Competition, Photo Corner, Shooting Range, Ball Pool, Basket Court. Cyberpunk Animatrix menjadi tempat hits baru yang direkomendasikan untuk mengeksplor pengalaman bermain yang seru dengan suasana lebih nyata dan menegangkan.

Hal itu di ungkapkan oleh Deasy Varianti Susanto selaku Founder dari Museum of Toys saat opening Museum of Toys, di Jakarta.

“Saya sangat antusias dapat kembali menggelar sebuah event bergengsi yang menampilkan karya-karya seni anak bangsa yang luar biasa kreatif dan berbakat ini. Berbekal sukses di event sebelumnya, saya melihat bahwa atensi dan antusiasme para pecinta karya seni Ibukota ternyata cukup besar dimana mereka pun haus akan pagelaran-pagelaran seni yang menarik dan unik.Saya berharap event Cyberpunk Animatrix ini dapat menjadi salah satu event yang memuaskan dahaga seni dari para pecinta karya seni Ibukota dan tentunya dapat menginspirasi anak-anak muda untuk mengasah kreativitas mereka yang tak mungkin nantinya membawa mereka ke industri ekonomi kreatif yang tengah berkembang saat ini,” tuturnya, Rabu (9/8).

Dikesempatan yang sama Muhammad Triangga selaku Co-Founder dari Grebe mengatakan merasa bangga bisa memberikan ruang bagi event event karya seni serta dan akan terus mendukung program pemerintah dengan Gerakan bangga buatan Indonesia.

“Kami bangga dapat menjadi mitra strategis untuk memberikan ruang bagi event karya seni bergengsi ini. Sebagai wadah display bagi pelaku seni lokal, kami senantiasa mendukung produk-produk seni terbaik anak bangsa sekaligus mendukung program pemerintah ‘Gerakan Bangga Buatan Indonesia,” kata Rangga.

Lanjutnya sudah saatnya produk anak bangsa menjadi tuan di negeri sendiri, dan naik kelas. Karena memperkenalkan brand loka butuh butuh exposure lebih lapalagi di dalam mall.

Yungky Pangestanu selaku second generation leader dari brand Weidenmann mengatakan melihat keseruan event bergengsi yang bakal menyedot perhatian para pecinta karya seni Ibukota inilah yang kemudian mendasari brand lokal Weidenmann untuk berpartisipasi dalam mensukseskan event Cyberpunk Animatrix yang merupakan event kolaborasi antara Museum of Toys, Grebe dan SENSE Indonesia.

“Kami bangga dapat menjadi bagian dari ajang seni kekinian dan bergengsi, Cyberpunk Animatrix. Sebagai brand lokal kami pun memiliki atensi yang tinggi untuk mendukung ajang-ajang yang mengangkat kreativitas lokal, karena bagi kami, kreasi lokal bukan berarti tidak memiliki kualitas setara dengan kreasi Internasional. Sudah banyak karya dan produk lokal yang mampu bersaing di industri global dan bahkan mendunia, untuk itu kami bangga menghadirkan brand Weidenmann yang merupakan brand lokal sepatu dan sandal berkualitas terbaik dengan desain inovatif,” terang Bapak Yungky.

Kegiatan tersebut berlangsung mulai hari ini tanggal 8 September 2022 dan akan terus berjalan sampai waktu yang belum ditentukan yang berlokasi di Lippo Mall Puri Lantai 1.

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Lifestyle

Bukan Hanya IQ, Ini Rahasia Kesuksesan, Gali Potensi Diri Anda

Published

on

Ilustrasi pekerja kantoran. SHUTTERSTOCK
Ilustrasi pekerja kantoran. SHUTTERSTOCK

Telegraf – Salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yang kini jadi sosok di bidang teknologi yang paling disegani tersebut, punya penyesalan di masa lalunya yang berkaitan dengan pandangannya tentang tingkat kecerdasan. Dulu, Gates berpikir bahwa kecerdasan adalah segalanya.

Namun, salah satu orang paling kaya di dunia tersebut kini menyadari bahwa skor IQ tinggi, yang dianggap sebagai simbol kecerdasan, bukanlah penentu sebuah kesuksesan.

“Saya dulu sangat naif tentang beragam keahlian. Saya pikir jika seseorang memiliki IQ tinggi, mereka bisa menjadi hebat dalam segala hal,” kata Gates dikutip dari CNBC Make It.

Gates, yang kini lebih banyak fokus dalam kegiatan filantropis tersebut, mengaku bahwa seiring waktu dia menyadari bahwa ada berbagai jenis kecerdasan. Dan kunci sukses, menurut dia, adalah menemukan kecerdasan anda masing-masing.

“Kecerdasan memiliki banyak bentuk yang berbeda,” tweetnya pada tahun 2017 lalu. “Kecerdasan bukan satu dimensi. Dan tidak sepenting yang saya pikirkan dulu.”

Pada 1980-an, psikolog Howard Gardener mengidentifikasi sembilan jenis kecerdasan. Dan desainer Funders & Founders, Mark Vital, menjelaskan manifestasi dari jenis-jenis kecerdasan sebagai berikut:

Kecerdasan Spasial: Memvisualisasikan dunia dalam 3D

Kecerdasan Naturalis: Memahami makhluk hidup dan membaca alam

Kecerdasan Musikal: Memahami dan mengolah nada, ritme, dan timbre

Kecerdasan Logis-Matematika: Mengukur sesuatu, membuat hipotesis dan membuktikannya

Kecerdasan Eksistensial: Menjawab pertanyaan mengapa kita hidup dan mengapa kita mati

Kecerdasan Interpersonal: Memahami perasaan dan motif orang

Kecerdasan Kinestetik-Jasmani: Mengkoordinasikan pikiran dengan tubuh

Kecerdasan Linguistik: Menemukan kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan apa yang anda maksud

Kecerdasan Intra-personal: Memahami diri sendiri, apa yang anda rasakan dan apa yang anda inginkan

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Lifestyle

Kampanye #SpeakUpforLove Memaknai “Bibit, Bebet, Bobot” Jadi “Berbeda Bertumbuh Bersama”

Published

on

By

Photo Credit : Pasangan selebriti Muhammad Fardhan dan Mikaila Patritz (Tengah)/Doc/Ist

Telegraf – Dalam rangka mengangkat pentingnya memberikan makna yang lebih fresh pada filosofi “Bibit, Bebet, Bobot” Closeup brand pasta gigi gel produksi PT Unilever Indonesia, Tbk. hadirkan kampanye #SpeakUpforLove.

Kampanye #SpeakUpforLove sudah di lakukan sejak tahun 2020, hal itu di ungkapkan oleh Distya Tarworo Endri, Head of Marketing Oral Care Category, PT Unilever Indonesia, Tbk dalam konfrensi pers di Jakarta.

Ia juga mengungkapkan melalui serangkaian platform dan aktivitas yang menginspirasi pasangan muda untuk lebih percaya diri menyuarakan isi hati dalam memilih dan menjalani hubungan mereka.

“Closeup memiliki purpose menginspirasi pasangan muda untuk mengubah mutual attraction menjadi action, bebas dari keraguan diri atau penilaian orang lain. Nyatanya, filosofi ‘Bibit, Bebet, Bobot’ atau 3B masih menjadi tiga kriteria yang turun temurun dipergunakan keluarga dalam menentukan calon pasangan hidup yang terbaik bagi anak mereka,” tutur Distya.

Pemahaman lama mengenai filosofi ia menlanjutkan tidak jarang mengakibatkan banyak pasangan – utamanya mereka yang menjalin hubungan yang unconventional karena perbedaan mencolok seperti beda usia, latar belakang ekonomi, atau suku dan ras – terpaksa menyudahi hubungan karena merasa tidak mampu memenuhi harapan dari keluarga maupun lingkungan.

Di kesempatan yang sana Pingkan Rumondor, M.Psi., Psikolog Klinis dan Peneliti Relasi Interpersonal menanggapi, terkait pemaknaan Bibit, Bebet, Bobot – sebagai asal usul, latar belakang ekonomi keluarga, serta pendidikan dan keahlian calon pasangan – sesuai dengan tujuan pernikahan di jaman dulu, yaitu untuk mengamankan harta, tanah, dan kedudukan. Ketika itu, cinta tidak termasuk dalam kriteria yang dianggap penting, dan kehidupan seseorang bergantung pada status yang dibawa sejak lahir, bukan diperoleh dengan kerja keras dan keterampilan.

“Hal ini berevolusi seiring perubahan jaman. Kaum dewasa muda kini punya kesempatan untuk menyampaikan perspektif tentang pasangan pilihan, sehingga diperlukan penyelerasan pandangan antara pasangan, keluarga dan masyarakat. Bagaimanapun, pandangan masyarakat memang menjadi penting karena turut membentuk pendapat pasangan dan keluarga mengenai pemilihan pasangan hidup,” kata Pingkan.

Pasangan selebriti Muhammad Fardhan dan Mikaila Patritz membagikan pengalamannya selain usia yang terpaut cukup jauh, kami juga berasal dari ras dan suku yang berbeda. Selama pacaran, hal ini menimbulkan pertanyaan atau keraguan dari keluarga dan orang-orang terdekat.

“Awalnya memang ‘gerah’, tapi karena sering berdiskusi tentang ekspektasi dalam hidup dan pembagian peran antara suami istri, akhirnya kami merasa semakin cocok dan mantap melanjutkan hubungan. Alhamdulillah, kami berhasil meyakinkan semua orang, terutama orang tua, bahwa kami memiliki satu tujuan serta siap untuk saling melengkapi dan tumbuh bersama,” ungkap Fardhan.

 

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Lifestyle

Hadirkan Akhir Pekan Keluarga Lebih Bermakna Melalui Kreasi Cemilan KRAFT Quick Melt

Published

on

By

Photo Credit : Ayudia C (Paling kiri) selaku Mom Influencer/Doc/Humas Mondelez

Telegraf – Padatnya kesibukan dan rutinitas harian memberikan keterbatasan dalam menciptakan waktu berkualitas bersama keluarga. Keluarga merupakan sumber inspirasi dan kebahagiaan buah hati, sehingga waktu berkualitas bersama keluarga akan sangat mempengaruhi proses tumbuh kembangnya.

Hal itu di ungkapkan oleh Vera Itabiliana selaku Psikolog Anak dan Keluarga Tiga Generasi dalam konfrensi pers Virtual Press Conference KRAFT Quick Melt di Jakarta.

“Banyak manfaat yang bisa diraih oleh seluruh anggota keluarga melalui kegiatan memasak bersama di akhir pekan, mulai dari membangun kedekatan, kemandirian, kemampuan kerjasama, percaya diri hingga kreativitas buah hati,” tutur Vera.

Satu-satunya kesempatan yang dapat dioptimalkan adalah dengan memanfaatkan akhir pekan. Dengan kreasi sajian simple ditambah KRAFT Quick Melt menjadikan kebersamaan keluarga menjadi lebih bermakna.

Dian Ramadianti selaku Senior Marketing Manager Keju KRAFT menjelaskan, KRAFT percaya akhir pekan merupakan momen yang tepat untuk menggantikan waktu kebersamaan keluarga yang hilang karena kesibukan dan rutinitas harian.

“Lelehnya Asli, Semangatnya Pasti” KRAFT Quick Melt hadir sebagai solusi simpel anti gagal untuk berkreasi dengan keju cepat leleh bertekstur sempurna untuk menjadikan kebersamaan keluarga di akhir pekan lebih bermakna. Konsumen di rumah bebas gunakan untuk aplikasi apa saja; di goreng, di kukus, di oven dalam 3 menit pun akan meleleh dengan sempurna. Sensasi lelehan kejunya itu yang membuat hidangan simpel menjadi lebih spesial untuk momen kebersamaan keluarga,” jelas Dian.

Ayudia C selaku Mom Influencer menjelaskan bahwa walaupun terkadang merasa kurang percaya diri, biasanya saya selalu mencari cara agar buah hati mau terlibat dalam kegiatan memasak bersama. “Kreasi anti gagal berbahan KRAFT Quick Melt ini bisa memudahkan Ibu-Ibu di rumah melakukan eksperimen masak bersama anak, apalagi kita bisa menerapkannya di masakan yang simpel hanya dengan bahan-bahan yang ada di rumah dan pastinya anti gagal. Pakai Kraft Quick Melt lelehnya sempurna, tidak seperti keju leleh lain,” jelas Ayudia C.

Menambahkan pernyataan Ayudia terkait mudahnya berkreasi dengan KRAFT Quick Melt, Fatmah Bahalwan selaku Pegiat Kuliner mengatakan bahwa hampir semua menu bisa dipadu padankan dengan Kraft Quick Melt dan tidak perlu takut gagal, karena bisa membuat semua sajian sederhana menjadi lebih spesial.

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Lainnya Dari Telegraf

close