Connect with us

Lifestyle

Ngemil Ringan Bersama Jaga Kehangatan Keluarga

Published

on

Photo credit : Para pembicara dalam Press Conference Kolaborasi Mini OREO dan Cadbury Lickables dalam Minions Partnership Campaign & Nobar Minions 2: The Rise of Gru/Doc/telegraf

Telegraf – Ngemil menjadi kegiatan yang memiliki peranan penting dalam menjaga kehangatan di tengah keluarga. Orangtua, khususnya ibu, berperan penting dalam menentukan pilihan konsumsi makanan ringan yang berkualitas bagi anak-anak dan keluarga mereka.

“Seorang ibu turut berperan dalam menjaga kebersamaan dan kehangatan keluarga, dan salah satunya bisa dilakukan melalui kegiatan ngemil.” Jelas Tya Ariestya, Mom Influencer yang hadir pada launching kemasan edisi khusus Minions dengan sticker dan mainan dalam kemasan, Mini Oreo dan Cadbury Lickables, dan Popcorn pada penayangan film terbaru Minions 2: The Rise of Gru, Selasa (29/6).

Hal serupa dituturkan Sabai Dieter Istri aktor Ringgo Agus Rahman bahwa ketika memilih produk makanan ringan, ia akan memilih produk yang tak hanya berkualitas namun juga memberikan nilai lebih bagi keluarganya.

Tak hanya itu, ia juga mendorong anak-anaknya lebih bereksplorasi dengan cara yang menyenangkan melalui kemasan dan beragam mainannya yang unik seperti pada cadburry lickables.

Menurut Sabai, salah satu tips ngemil dikeluarganya adalah mengatur waktu antara ngemil dengan jam makan. Akan lebih baik jika ngemil dilakukan saat sudah selesai makan dan tidak mengemil di jam makan.

Di kesempatan yang sama Maggie Effendy selaku Head of Marketing Mondelez Indonesia mengatakan Mondelez International senantiasa berupaya memahami kebiasaan ngemil masyarakat Indonesia sehingga dapat menghadirkan camilan yang tepat, di waktu yang tepat, dan membuatnya dengan cara yang tepat pula.

Hal tersebut mendorong Mini OREO dan Cadbury Lickables untuk senantiasa mengedepankan semangat inovasi guna menghadirkan produk-produk terbaik yang bisa dinikmati oleh setiap anggota keluarga.

“Melalui kolaborasi Mini OREO dan Cadbury Lickables, diharapkan bisa memberikan inspirasi bagi keluarga Indonesia untuk meluangkan waktu berkualitas dan melakukan berbagai kegiatan bersama guna menciptakan lebih banyak momen keseruan, mempererat ikatan dan menjaga kehangatan keluarga Indonesia.” kata Maggie.

Atti K.

Bagikan Artikel
Advertisement
Click to comment

Lifestyle

Melalui kampanye #SpeakUpforLove Memaknai “Bibit, Bebet, Bobot” menjadi “Berbeda Bertumbuh Bersama”

Published

on

By

Photo Credit : Pasangan selebriti Muhammad Fardhan dan Mikaila Patritz (Tengah)/Doc/Ist

Telegraf – Dalam rangka mengangkat pentingnya memberikan makna yang lebih fresh pada filosofi “Bibit, Bebet, Bobot” Closeup brand pasta gigi gel produksi PT Unilever Indonesia, Tbk. hadirkan kampanye #SpeakUpforLove.

Kampanye #SpeakUpforLove sudah di lakukan sejak tahun 2020, hal itu di ungkapkan oleh Distya Tarworo Endri, Head of Marketing Oral Care Category, PT Unilever Indonesia, Tbk dalam konfrensi pers di Jakarta.

Ia juga mengungkapkan melalui serangkaian platform dan aktivitas yang menginspirasi pasangan muda untuk lebih percaya diri menyuarakan isi hati dalam memilih dan menjalani hubungan mereka.

“Closeup memiliki purpose menginspirasi pasangan muda untuk mengubah mutual attraction menjadi action, bebas dari keraguan diri atau penilaian orang lain. Nyatanya, filosofi ‘Bibit, Bebet, Bobot’ atau 3B masih menjadi tiga kriteria yang turun temurun dipergunakan keluarga dalam menentukan calon pasangan hidup yang terbaik bagi anak mereka,” tutur Distya.

Pemahaman lama mengenai filosofi ia menlanjutkan tidak jarang mengakibatkan banyak pasangan – utamanya mereka yang menjalin hubungan yang unconventional karena perbedaan mencolok seperti beda usia, latar belakang ekonomi, atau suku dan ras – terpaksa menyudahi hubungan karena merasa tidak mampu memenuhi harapan dari keluarga maupun lingkungan.

Di kesempatan yang sana Pingkan Rumondor, M.Psi., Psikolog Klinis dan Peneliti Relasi Interpersonal menanggapi, terkait pemaknaan Bibit, Bebet, Bobot – sebagai asal usul, latar belakang ekonomi keluarga, serta pendidikan dan keahlian calon pasangan – sesuai dengan tujuan pernikahan di jaman dulu, yaitu untuk mengamankan harta, tanah, dan kedudukan. Ketika itu, cinta tidak termasuk dalam kriteria yang dianggap penting, dan kehidupan seseorang bergantung pada status yang dibawa sejak lahir, bukan diperoleh dengan kerja keras dan keterampilan.

“Hal ini berevolusi seiring perubahan jaman. Kaum dewasa muda kini punya kesempatan untuk menyampaikan perspektif tentang pasangan pilihan, sehingga diperlukan penyelerasan pandangan antara pasangan, keluarga dan masyarakat. Bagaimanapun, pandangan masyarakat memang menjadi penting karena turut membentuk pendapat pasangan dan keluarga mengenai pemilihan pasangan hidup,” kata Pingkan.

Pasangan selebriti Muhammad Fardhan dan Mikaila Patritz membagikan pengalamannya selain usia yang terpaut cukup jauh, kami juga berasal dari ras dan suku yang berbeda. Selama pacaran, hal ini menimbulkan pertanyaan atau keraguan dari keluarga dan orang-orang terdekat.

“Awalnya memang ‘gerah’, tapi karena sering berdiskusi tentang ekspektasi dalam hidup dan pembagian peran antara suami istri, akhirnya kami merasa semakin cocok dan mantap melanjutkan hubungan. Alhamdulillah, kami berhasil meyakinkan semua orang, terutama orang tua, bahwa kami memiliki satu tujuan serta siap untuk saling melengkapi dan tumbuh bersama,” ungkap Fardhan.

 

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Lifestyle

Hadirkan Akhir Pekan Keluarga Lebih Bermakna Melalui Kreasi Cemilan KRAFT Quick Melt

Published

on

By

Photo Credit : Ayudia C (Paling kiri) selaku Mom Influencer/Doc/Humas Mondelez

Telegraf – Padatnya kesibukan dan rutinitas harian memberikan keterbatasan dalam menciptakan waktu berkualitas bersama keluarga. Keluarga merupakan sumber inspirasi dan kebahagiaan buah hati, sehingga waktu berkualitas bersama keluarga akan sangat mempengaruhi proses tumbuh kembangnya.

Hal itu di ungkapkan oleh Vera Itabiliana selaku Psikolog Anak dan Keluarga Tiga Generasi dalam konfrensi pers Virtual Press Conference KRAFT Quick Melt di Jakarta.

“Banyak manfaat yang bisa diraih oleh seluruh anggota keluarga melalui kegiatan memasak bersama di akhir pekan, mulai dari membangun kedekatan, kemandirian, kemampuan kerjasama, percaya diri hingga kreativitas buah hati,” tutur Vera.

Satu-satunya kesempatan yang dapat dioptimalkan adalah dengan memanfaatkan akhir pekan. Dengan kreasi sajian simple ditambah KRAFT Quick Melt menjadikan kebersamaan keluarga menjadi lebih bermakna.

Dian Ramadianti selaku Senior Marketing Manager Keju KRAFT menjelaskan, KRAFT percaya akhir pekan merupakan momen yang tepat untuk menggantikan waktu kebersamaan keluarga yang hilang karena kesibukan dan rutinitas harian.

“Lelehnya Asli, Semangatnya Pasti” KRAFT Quick Melt hadir sebagai solusi simpel anti gagal untuk berkreasi dengan keju cepat leleh bertekstur sempurna untuk menjadikan kebersamaan keluarga di akhir pekan lebih bermakna. Konsumen di rumah bebas gunakan untuk aplikasi apa saja; di goreng, di kukus, di oven dalam 3 menit pun akan meleleh dengan sempurna. Sensasi lelehan kejunya itu yang membuat hidangan simpel menjadi lebih spesial untuk momen kebersamaan keluarga,” jelas Dian.

Ayudia C selaku Mom Influencer menjelaskan bahwa walaupun terkadang merasa kurang percaya diri, biasanya saya selalu mencari cara agar buah hati mau terlibat dalam kegiatan memasak bersama. “Kreasi anti gagal berbahan KRAFT Quick Melt ini bisa memudahkan Ibu-Ibu di rumah melakukan eksperimen masak bersama anak, apalagi kita bisa menerapkannya di masakan yang simpel hanya dengan bahan-bahan yang ada di rumah dan pastinya anti gagal. Pakai Kraft Quick Melt lelehnya sempurna, tidak seperti keju leleh lain,” jelas Ayudia C.

Menambahkan pernyataan Ayudia terkait mudahnya berkreasi dengan KRAFT Quick Melt, Fatmah Bahalwan selaku Pegiat Kuliner mengatakan bahwa hampir semua menu bisa dipadu padankan dengan Kraft Quick Melt dan tidak perlu takut gagal, karena bisa membuat semua sajian sederhana menjadi lebih spesial.

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Lifestyle

Menkes: UKS Harus Diaktifkan Kembali Untuk Edukasi Kesehatan Tubuh

Published

on

By

Photo Kredit : Menkes (ki) dalam agenda bincang bincang dengan Tokoh Inspiratif Gigi & Mulut Sehat Kunci Hidup Berkualitas/Doc/Telegraf

Telegraf – Menteri Kesehatan dr. Nafsiah Mboi, Sp.A., M.P.H.mengatakan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) harus kembali diaktifkan, dalam rangka membantu memberikan edukasi terhadap anak didik terkait kesehatan tubuh termasuk kesehatan mulut dan gigi.

“Kunci hidup sehat salah satunya terletak pada perilaku yang ditanamkan sejak kecil oleh lingkungan keluarga, yang juga diperkuat oleh pendidikan yang didapatkan dari sekolah,” ungkapnya dalam dalam agenda “Bincang Tokoh Inspiratif: Gigi & Mulut Sehat Kunci Hidup Berkualitas” di Jakarta, Sabtu (2/7).

Ia juga mengatakan untuk menciptakan masyarakat yang hidup sehat dan berkualitas, saya percaya bahwa semua pihak punya peranan. Sebagai orang tua – melalui penanaman perilaku bersih dan sehat kepada anak, sebagai pendidik – dengan memastikan setiap anak bisa mendapatkan edukasi mengenai kesehatan, hingga sebagai seorang Menteri – langkah-langkah apa yang bisa dilakukan sesuai dengan peraturan.

Untuk menciptakan masyarakat yang hidup sehat dan berkualitas, PT. Unilever Indonesia melalui brand Pepsodent bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) terus menggaungkan pentingnya merawat gigi dan mulut dengan tepat serta rutin berkonsultasi ke dokter gigi melalui kampanye ‘Jangan Tunggu Sampai Sakit Gigi, Konsultasi Gigi Sekarang.

Ini di sebabkan perilaku merawat kesehatan gigi dan mulut yang kurang baik menyebabkan rata-rata di usia 65 tahun masyarakat Indonesia sudah kehilangan 11 giginya .

Hal itu di ungkapkan oleh drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., Head of Professional Marketing Personal Care Unilever Indonesia dalam agenda “Bincang Tokoh Inspiratif: Gigi & Mulut Sehat Kunci Hidup Berkualitas” di atrium Senayan Park, Jakarta, Sabtu (2/7).

“Kesehatan gigi dan mulut berkaitan erat dengan kesehatan tubuh secara menyeluruh dan kualitas hidup hingga lanjut usia. Namun faktanya, perilaku merawat kesehatan gigi dan mulut yang kurang baik menyebabkan rata-rata di usia 65 tahun masyarakat Indonesia sudah kehilangan 11 giginya . Untuk itu, hari ini kami mengajak dua tokoh inspiratif untuk berbagi pengalaman menjalankan perilaku hidup sehat, termasuk kesehatan gigi dan mulut, sehingga mereka tetap memiliki senyum yang sehat dan hidup produktif,” ungkap drg. Mirah.

Dikesempatan yang sama drg. Usman Sumantri, MSc, Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) memaparkan, kondisi kesehatan mulut berhubungan dengan kejadian sejumlah penyakit sistemik seperti jantung, ginjal, stroke dan diabetes – serta berkaitan pula dengan kualitas hidup seseorang karena dapat memengaruhi kenyamanan ketika makan, tidur, berinteraksi sosial, serta rasa percaya diri.

“Terutama bagi lansia yang telah kehilangan banyak gigi. Studi menemukan bahwa mereka cenderung lebih berisiko 48% lebih besar untuk memiliki gangguan fungsi kognitif otak . Selain itu, para lansia yang memiliki 10-19 gigi berpotensi mengalami malnutrisi,” kata drg. Usman.

Lanjutnya ia mengatakan bahwa sebagai langkah preventif, menyikat gigi dua kali sehari setiap pagi setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur, serta berkunjung ke dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali merupakan dua rutinitas sederhana yang menjadi kunci untuk mendapatkan hidup yang lebih sehat dan berkualitas hingga lanjut usia.

Hadir dalam agenda tersebut Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, Sp.M(K) yang pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan RI 2014-2019. yang menjelaskan, kesehatan gigi dan mulut sangat penting, terutama untuk estetika. Tentunya jika gigi kita kurang bagus, kita juga akan segan untuk berbicara dengan orang lain, tidak percaya diri, akhirnya memengaruhi produktivitas kita.

“Sebagai perusahaan yang produknya kita gunakan setiap hari, saya mengapresiasi inisiatif edukasi yang konsisten dilakukan Unilever Indonesia, serta terobosan teledentistry yang menjadi penting di tengah tantangan kekurangan tenaga profesional dan keterbatasan akses masyarakat untuk memeriksakan diri ke dokter gigi.

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Lifestyle

Anda Pria Gondrong, Ini Tips Yang Harus Anda Coba

Published

on

Pria gondrong Ilustrasi foto Pinterest
Ilustrasi pria dengan rambut panjang. Foto Pinterest

Telegraf – Persoalan mengenai bagaimana merawat rambut panjang tidak selalu dialami oleh wanita. Kaum adam yang memanjangkan rambutnya pun kerap kali dipusingkan dengan hal tersebut. Banyak dari mereka belum menyadari betapa pentingnya merawat rambut panjang secara rutin.

Menurut David Alexander, ahli perawatan rambut pria, perawatan yang baik sangat disarankan dalam memelihara rambut panjang. Ketika rambut rusak maka rambut tersebut tidak dapat diperbaiki, karena pada dasarnya rambut hanyalah protein tanpa asupan darah.

“Satu-satunya cara memperbaiki rambut rusak adalah dengan memotongnya,” kata David.

Tentu kita tidak ingin hal itu terjadi. Sudah susah-susah memelihara rambut dari pendek hingga panjang, pada akhirnya terpaksa dipotong. Namun anda tidak perlu khawatir, karena kerusakan tersebut dapat dicegah dengan melakukan beberapa cara seperti yang disebutkan di bawah ini. Antara lain:

Jangan malas untuk keramas. Menurut anjuran para ahli, disarankan bagi pria berambut panjang atau gondrong agar keramas setidaknya dua kali sehari. Dan jangan sekali-kali menggunakan air hangat atau panas untuk keramas, karena air hangat bisa membuat kandungan minyak dalam rambut menghilang.

Mengikat rambut supaya lebih rapi. Hal ini dilakukan supaya tidak mengganggu aktivitas. Gunakan alat pengikat yang elastis dan jangan mengikat rambut terlalu kencang karena dapat menyebabkan rambut rontok.

Hindari penggunaan handuk untuk menggosok rambut. Selain membuat rambut menjadi kusut, rambut juga berpotensi menjadi bercabang. Harap hilangkan air yang ada di rambut dengan menggoyangkannya. Hindari pula penggunaan hairdryer karena alat tersebut juga bisa merusak rambut.

Potong rambut beberapa centimeter setiap satu bulan sekali. Tidak perlu memotongnya hingga pendek. Cukup beberapa centimeter saja antara 1-2 cm, supaya menghilangkan rambut bercabang.

Jangan menggunakan penutup kepala seperti topi atau kupluk. Sering menutup kepala dengan topi dapat menyebabkan rambut rontok karena kerusakan akar rambut.

Selama kita merawat rambut panjang dengan rutin dan benar, maka usia rambut panjang akan bertambah. Tidak hanya itu, pria dengan rambut panjang yang bagus bisa mengundang perhatian dari wanita. Entah karena iri, atau malah terpesona dengan rambut panjang anda.

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Lifestyle

Dari Makaroni Hingga Cathering Untuk Terus Eksis Saat Pandemi Melanda

Published

on

By


Telegraf – Pandemi Covid-19 banyak menelurkan kreatifitas dan inspirasi di berbagi kalangan seperti yang di lakukan Annisa Ahlush Shuffah.

Pandemi Covid-19 membuat Icha sapaan akrab Annisa Ahlush Shuffah terpaksa harus memutar otak untuk tetap mempekerjakan karyawannya dengan menjual berbagai jenis makanan saji hingga frozen.

“Aku bahagia bisa membuka lapangan kerja dan bahagia lagi jika melihat yang bantu aku dan keluargannya bahagia,” tulisnya dalam rilis yang di terima Telegraf, Rabu (8/6)

Icha mengawali bisnisnya menjual makanan ringan yang di kalangan anak muda sedang digandrungi yaitu Macaroni. Macaroni lahir karena Icha melihat teman teman kantornya suka konsumsi cemilan, Icha mencoba tawarkan makaroni goreng yang tidak berminyak walaupun di goreng.

Cemilan berjalan Ichapun mencoba dunia cathering, yang memberdayakan ibu-ibu yang tinggal di sekitar rumahnya. Icha menyebut masakan yang disajikan kuat di bumbu dan tidak mengunakan MSG. “ini menjadi ciri khas dari chatring chameal,” tambahnya.

Icha juga menyebut menjalani usaha, tak perlu modal besar. Kuncinya adalah memiliki business plan. “Kunci usaha bukan hanya modal. Bahkan nggak perlu modal besar, tetapi punya niat dan business plan. Aku awal bikin catering dengan modal Rp 0. Masak di rumah, alat-alat memasak pakai punya ibu dan uang untuk membeli bahan masakan dari pembeli catering yang sudah transfer di h-2 ,” kata Icha.

Icha membagi tips bagi mereka yang masih aktif bekerja, tetapi ingin punya bisnis. Menurutnya,ada 3 cara agar pekerjaan di kantor dan bisnis dapat berjalan secara beriringan yakni harus mau capek, bisa membagi waktu dan mengatur waktu dengan bijak dan terpenting ialah harus konsisten jalani keduanya secara bersamaan.

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Lainnya Dari Telegraf

close