Laporkan Firman Wijaya ke Polri, SBY: Ini Perang Saya Perang Untuk Keadilan

Laporkan Firman Wijaya ke Polri, SBY: Ini Perang Saya Perang Untuk Keadilan

“Secara resmi saya melaporkan saudara Firman Wijaya yang saya nilai telah melakukan fitnah dan mencermarkan nama baik saya berkaitan dengan permasalahan e-KTP. Selebihnya saya serahkan kepada Tuhan Maha Kuasa, Allah SWT,”

Laporkan Firman Wijaya ke Polri, SBY: Ini Perang Saya Perang Untuk Keadilan


Telegraf, Jakarta – Presiden ke enam Indonesia yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendatangi Bareskrim Polri Selasa (o6/o2/2016) untuk melaporkan kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya terkait kasus e-KTP.

Dalam kesempatan tersebut, SBY enggan menyampaikan pernyataan sikapnya. Sebagai warga negara, masih kata SBY, dia menaati hukum tetapi juga ingin mencari keadilan. Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto turut hadir di piket Bareskrim saat SBY melapor atas tuduhan itu.

“Saya tidak menyampaikan pernyataan sikap karena tadi sudah disampaikan di Jalan Tugu Proklamasi,” kata SBY didampingi oleh istrinya, Ani Yudhoyono di Bareskrim.

“Secara resmi saya melaporkan saudara Firman Wijaya yang saya nilai telah melakukan fitnah dan mencermarkan nama baik saya berkaitan dengan permasalahan e-KTP. Selebihnya saya serahkan kepada Tuhan Maha Kuasa, Allah SWT,” sambungnya.

SBY mengucapkan terima kasih atas keinginan para mantan menteri menemaninya ke Bareskrim. Namun, dia ingin agar bekas pembantunya di kabinet dapat mengemban hidup tenteram. Dia ingin menyelesaikan permasalahan sendiri.

“Ini perang saya. Perang untuk keadilan,” tegasnya.

Tudingan Mirwan dan Firman dinilai oleh SBY sangat merusak dan mencemarkan nama baiknya. Dampaknya juga begitu luas. Rakyat Indonesia bisa mempercayai fitnah dan tuduhan yang dilayangkan. SBY mengaku masih percaya terhadap kabareskrim, kapolri dan presiden. “Mudah-mudahan beliau mendengar suara hati saya ini untuk menindaklanjuti apa yang saya adukan nanti,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, dirinya bisa saja kalah dalam kasus pencemaran nama baik. Apalagi, lanjutnya, jika yang dihadapinya sebuah konspirasi besar.

“Kalau saya kalah, paling tidak sejarah mencatat, ada seorang warga negara yang bernama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mencari keadilan dan warga negara itu kalah. Itulah jihad saya,” katanya.

Saat disinggung soal laporan SBY terkait Antasari Azhar yang macet, Iqbal menjawab, ”Terima kasih. Kalau misalnya ada masukan. Intinya Polri akan melakukan upaya penyidikan sesuai dengan proses hukum.”

Polri melakukan tahapan penyelidikan dan penyidikan itu, masih kata Iqbal, semua bergantung pada fakta yang ada. Tergantung alat bukti dan petunjuk yang ditemukan.

Seperti diketahui SBY melaporkan pengacara Setyo Novanto, Firman Wijaya, yang dinilai telah melakukan fitnah dan mencemarkan nama baik mantan Menteri ESDM itu terkait dengan permasalahan e-KTP.

Pada Februari tahun lalu SBY, melalui Wasekjen Partai Demokrat Didi Irawadi, sebenarnya juga melapor ke Bareskrim. Saat itu SBY melaporkan Antasari Azhar karena dituduh telah mencemarkan nama baiknya.

Hal itu terkait dengan pernyataan Antasari yang menuduh SBY sebagai inisiator kriminalisasi terhadap kasusnya. Namun kasus ini tak jelas juntrungannya. Masih jalan ditempat.

“Laporan itu diterima terus akan dilakukan tahapan penyelidikan. Apabila penyelidik yakin menemukan bukti-bukti adanya dugaan perbuatan melawan hukum tentunya akan ditingkatkan ke penyidikan,” kata Iqbal. (Red)


Photo Credit : Presiden ke enam Indonesia yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya terkait kasus e-KTP. Antara/Rivan Awal Lingga

KBI Telegraf

close