Kursi Dirut Pertamina Akankah Kembali di Duduki Orang Dalam?

Kursi Dirut Pertamina Akankah Kembali di Duduki Orang Dalam?

“Sabar ya. Permulaan bulan. Itu nanti keputusan ada di bapak (Presiden Jokowi),”

Kursi Dirut Pertamina Akankah Kembali di Duduki Orang Dalam?


Telegraf, Jakarta – Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) telah menyeleksi lima orang dari internal perusahaan untuk diusulkan menjadi Direktur Utama (Dirut) sebagai pengganti Dwi Sutjipto yang sebelumnya dipecat dari jabatan prestisius tersebut.

Edwin Hidayat Abdullah yang merupakan anggota Dewan Komisaris menyebut diantara lima orang tersebut terdapat unsur direksi saat ini.

“Ada lima orang dari internal,” kata Edwin di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (23/2).

Namun dia tidak mau menyebut nama-nama yang telah diseleksi tersebut. Dia menambahkan, untuk calon dari eksternal belum ada penyeleksian.

Secara terpisah, Menteri BUMN, Rini Soemarno menyampaikan penetapan Dirut Pertamina akan dilakukan pada awal bulan depan.

“Sabar ya. Permulaan bulan. Itu nanti keputusan ada di bapak (Presiden Jokowi),” jelas Rini.

Sebagaimana prosesnya, penetapan Dirut melalui penyeleksian oleh Dewan Komisaris Pertamina lalu diajukan ke Menteri BUMN dan kemudian melalui persetujuan Presiden.

Sebelumnya diberitakan jika Kementerian BUMN telah mencopot Dirut Pertamina, Dwi Sutjipto beserta Wadirut, Ahmad Bambang karena dinilai tidak akur satu sama lain dalam menjalankan roda bisnis perusahaan tersebut.

“Sekarang pengantinya belum ditentukan, diberikan waktu 30 hari untuk mencari Direktur,” kata Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN, Gatot Trihargo di Gedung BUMN usai melakukan RUPS, Jumat (3/2).

Sejak Jumat 3 Februari lalu, posisi Direktur Utama dipegang oleh Yenni Andayani sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Kementerian BUMN mematok waktu Penetapan Bos Pertamina definitif akan dilakukan terhitung 30 hari sejak saat itu. (Red)

Baca Juga :   Zipmex Umumkan Investornya Setelah Mendapat Pendanaan 41 Juta Dolar AS

Photo credit : Antara/Muhammad Adimaja


KBI Telegraf

close