Kunjungi Lokasi Gempa Aceh, Jokowi Himbau Minggu Depan Harus Sudah Bersih

“Tetapi saya sudah perintah minggu depan semuanya harus sudah bersih dan segera dimulai pembangunan terutama untuk sekolah ya,”

Kunjungi Lokasi Gempa Aceh, Jokowi Himbau Minggu Depan Harus Sudah Bersih


Telegraf, Aceh –  Presiden Joko Widodo akan mengutamakan pembangunan fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah, pascagempa bumi di Kabupaten Pidie Jaya dan Pidie, Provinsi Aceh. Jokowi menargetkan pekan depan, pembangunan sudah bisa dimulai.

“Tetapi saya sudah perintah minggu depan semuanya harus sudah bersih dan segera dimulai pembangunan terutama untuk sekolah ya,” kata Jokowi usai peletakan batu pertama pembangunan Masjid At Taqarrub di Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (15/12). Kunjungan itu dilakukan Kepala Negara usai lawatan dari India dan Iran.

Presiden meminta dana stimulan dapat segera dicairkan untuk bantuan pembangunan rumah yang rusak berat. Sementara dana stimulan pembangunan rumah yang mengalami kerusakan sedang dan ringan, masih menunggu surat keputusan dari Gubernur Aceh.

Diketahui, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menyalurkan dana stimulan sebesar Rp 40 juta untuk rumah yang mengalami kerusakan berat dan Rp 20 juta untuk rumah rusak ringan. Kepala Negara mengatakan terdapat mekanisme yang harus dilakukan dalam memberikan bantuan melalui verifikasi kerusakan.

Jokowi mengatakan mekanisme verikasi ini juga akan dilakukan untuk sekolah SD, SMP, SMA, hingga SMK. “Jadi dibersihkan, kemudian segera dibangun, terutama memang fasilitas-fasilitas umum terlebih dahulu,” kata Jokowi.

Selain itu, Presiden juga meminta BNPB untuk mengkoordinasikan pembagian bantuan di lapangan seperti logistik maupun bantuan pangan serta proses pembangunan.

Presiden telah menyambangi posko bencana di Masjid Istiqomah Kecamatan Meureudu, serta menjenguk beberapa rumah warga yang ambruk dan gedung SDN Peulandok Tunong yang rusak di Kecamatan Trienggadeng. (Red)

Photo credit : Telegraf Photo/Albert Ivan Damanik


KBI Telegraf

close