KRAN 2019 di Ikuti 140 Peserta Dari 16 Kabupaten Seluruh Indonesia

"Sebelumnya sudah kita lakukan Kompetisi Roket Air Regional (KRAR) di seluruh Indoneaia dan mereka mengirimkan yang terbaik untuk mengikuti Kompetisi roket air Nasional (KRAN) yang akan memperebutkan tiket ke Jepang"

KRAN 2019 di Ikuti 140 Peserta Dari 16 Kabupaten Seluruh Indonesia

Telegraf, Jakarta – Kompetisi roket air Nasional (KRAN) tahunan yang diadakan oleh Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK), Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) 2019 diikuti oleh 140 perwakilan dari 16 kota/Kabupaten seluruh Indonesia.

“Sebelumnya sudah kita lakukan Kompetisi Roket Air Regional (KRAR) di seluruh Indoneaia dan mereka mengirimkan yang terbaik untuk mengikuti Kompetisi roket air Nasional (KRAN) yang akan memperebutkan tiket ke Jepang,” ungkap Direktur PP-IPTEK, Kemenristekdikti M. Syachrial Annas usai membuka kompetisi KRAN di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jalarta.

Syachrial menjelaskan ajang yang di lakukan setiap tahun ini sebagai ajang adu kreatifitas di bidang teknologi kedirgantaraan dimana roket air digunakan sebagai medianya. Dalam kompetisi ini, peserta akan adu keterampilan dalam mendesain, menghitung, dan meluncurkan roket air berdasarkan zona sasaran yang sudah ditentukan, dengan panjang lintasan yang mengacu pada aturan yang berlaku pada kompetisi tingkat intemasional.

Lanjut Syachrial ke 16 Kabupaten yang mengirimkan perwakilannya adalah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Jombang, Pontianak, Banjar Baru, Bandar Lampung, Palembang, Sawahlunto, dan Medan.Untuk hari pertama (28/9) para peserta merakit roket yang akan di ikutsertakan pada peluncuran di Minggu (29/9) di Universitas Indonesia.

Syachrial menambahkan sebelum kompetisi peluncuran roket air dimulai, para peserta diberikan kesempatan melakukan uji coba peluncuran roket air yang mereka telah buat di hari pertama. Kompetisi peluncuran roket air dilakukan sebanyak 2 sesi peluncuran, roket air diluncurkan menuju zona/target sasaran yang jaraknya dari titik luncur sepanjang 80 meter.

“Penilaian terbaik diambil berdasarkan titik jatuh roket yang terdekat dengan target, baik dari peluncuran sesi 1 maupun sesi 2. Penilaian akan dinilai oleh juri dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Pusat Teknologi Roket LAPAN, dan PP-IPTEK, Kemenristekdikti, ” kata Syachrial.

Baca Juga  Pelayanan Mobilitas Digital Hadir di Bandara Sukaro Hata

Sebelum kompetisi peluncuran roket air dimulai, para peserta diberikan kesempatan melakukan uji coba peluncuran roket air yang mereka telah buat di hari pertama. Kompetisi peluncuran roket air dilakukan sebanyak 2 sesi peluncuran, roket air diluncurkan menuju zona/target sasaran yang jaraknya dari titik luncur sepanjang 80 meter. Penilaian terbaik diambil berdasarkan titik jatuh roket yang terdekat dengan target, baik dari peluncuran sesi 1 maupun sesi 2. Penilaian akan dinilai oleh juri dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Pusat Teknologi Roket LAPAN, dan PP-IPTEK, Kemenristekdikti.

Selain kompetisi, para peserta juga mengikuti kegiatan Run PP-IPTEK, yaitu kegiatan menjelajah galeri PP-IPTEK melalui berbagai alat peraga interaktif maupun program sains reguler PP-IPTEK, seperti Science Cinema dan Science Show. Para peserta dapat lebih mengenal Pusat Peragaan Iptek secara berkelompok berdasarkan masing-masing wilayah. (Red)


Credit Photo : Direktur PP-IPTEK, Kemenristekdikti M. Syachrial Annas usai membuka kompetisi KRAN di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jalarta, Sabtu (28/9)/TELEGRAF


Bagikan Artikel



Komentar Anda