KPK Tunggu Putusan Dari PN Jaksel Terkait Nasib Praperadilan Setnov

"Dalam putusan itu, MK menyatakan, Pasal 82 ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang frasa suatu perkara sudah mulai diperiksa tidak dimaknai permintaan praperadilan gugur ketika pokok perkara telah dilimpahkan dan telah dimulai sidang pertama terhadap pokok perkara atas nama terdakwa/pemohon praperadilan."

KPK Tunggu Putusan Dari PN Jaksel Terkait Nasib Praperadilan Setnov

Telegraf, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunggu putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) mengenai gugatan praperadilan yang diajukan Ketua DPR nonaktif, Setya Novanto. ‎KPK tak ingin mendahului keputusan hakim tunggal Kusno mengenai nasib gugatan ini.

“Kita simak nanti di putusan hakim siang ini,” kata Febri saat dikonfirmasi, Kamis (14/12/2017).

Praperadilan Novanto terancam gugur setelah melalui drama cukup panjang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK membacakan dakwaan terhadap Novanto atas perkara dugaan korupsi proyek e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/12/2017). Hal ini berdasarkan Pasal 82 ayat (1) huruf d KUHAP dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dengan nomor 102/PUU-XIII/2015 tentang uji materi KUHAP.

Dalam putusan itu, MK menyatakan, Pasal 82 ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang frasa suatu perkara sudah mulai diperiksa tidak dimaknai permintaan praperadilan gugur ketika pokok perkara telah dilimpahkan dan telah dimulai sidang pertama terhadap pokok perkara atas nama terdakwa/pemohon praperadilan.

Dalam persidangan di PN Jaksel, Rabu (13/12/2017), hakim tunggal Kusno yang memimpin persidangan praperadilan Novanto memutuskan untuk melanjutkan persidangan.

Hari ini, KPK sebagai pihak termohon dan Novanto sebagai pihak pemohon akan menyampaikan kesimpulan atas persidangan yang sudah berlangsung sejak Kamis (07/12/2017) lalu itu. Setelah mendengar kesimpulan kedua pihak, hakim Kusno akan memutus perkara ini pada sore hari. Febri menyatakan, tim Biro Hukum KPK akan hadir dalam persidangan hari ini dan akan menyampaikan kesimpulan.

“KPK akan hadir hari ini. Kami sudah siapkan Kesimpulan yang akan diserahkan ke hakim pagi ini,” katanya. (Red)

Baca Juga :   BCB 'PT.Radnet' Jalan Diponegoro No.10 di Eksekusi Lelang KPKNL

Photo Credit : Dok/Ist. Photo


Tanggapi Artikel