KPK Telah Kantongi Peran Berbagai Pihak Yang Terlibat Century

"Kami sudah selesai melakukan kajian. Setelah praperadilan itu, kami tugaskan penyidik dan penuntut umum menetapkan siapa saja dan perannya apa, juga kami pasti melihat amar putusan dari kasus yang sebelumnya (Budi Mulya),"

KPK Telah Kantongi Peran Berbagai Pihak Yang Terlibat Century

Telegraf, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mengantongi peran dari pihak-pihak yang terlibat dalam perkara korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) pada Bank Century dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Hal ini diperoleh setelah tim penyidik dan penuntut umum KPK merampungkan kajian dan analisis atas putusan kasasi kasus Century yang menjerat mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Budi Mulya. Desakan agar KPK segera menindaklanjuti kasus Century semakin menguat setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) mengabulkan gugatan praperadilan yang diajukan Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI).

Dalam putusan yang dibacakan pada Senin (09/04/18) itu, Hakim tunggal PN Jaksel, Effendi Mukhtar menyatakan untuk mengabulkan permohonan praperadilan pemohon untuk sebagian. Hakim juga memerintahkan termohon, yakni KPK untuk melakukan proses hukum selanjutnya sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku atas dugaan tindak pidana korupsi Bank Century dalam bentuk melakukan penyidikan dan menetapkan tersangka terhadap Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede, dan kawan-kawan.

Kemudian melanjutkannya dengan pendakwaan dan penuntutan dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat atau melimpahkannya kepada kepolisian atau kejaksaan untuk melakukan penyidikan dan penuntutan dalam proses persidangan di PN Tipikor Jakpus‎. ‎

“Kami sudah selesai melakukan kajian. Setelah praperadilan itu, kami tugaskan penyidik dan penuntut umum menetapkan siapa saja dan perannya apa, juga kami pasti melihat amar putusan dari kasus yang sebelumnya (Budi Mulya),” kata Ketua KPK, Agus Rahardjo di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (20/04/18) malam.

Agus mengklaim, tak hanya sebatas putusan perkara Budi Mulya, tim penyidik dan penuntut umum pun melakukan kajian dan analisis berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber lainnya. Termasuk membaca berbagai buku dan referensi lain yang terkait skandal Century.

“Kemudian menggali informasi dari berbagai tempat anak-anak saya suruh baca buku-buku pak Kwik Kian Gie suruh baca itu banyak yang menulis itu (Century),” katanya.

Baca Juga :   Joko Widodo Berharap DPR Bisa Menyelesaikan Omnibus Law 77 UU Dalam 100 Hari

Agus mengklaim, tim penyidik dan penuntut umum sudah siap memaparkan hasil kajian dan analisis mereka yang dilakukan selama lebih dari dua tahun. Namun, hal itu belum dapat dilakukan lantaran menunggu pimpinan KPK lengkap.

“Sebetulnya masukan dari mereka sudah siap, saya belum baca karena masukan mereka dipaparkan di depan pimpinan, kami masih menunggu kapan pimpinan berkumpul,” kata Agus.

Dari kajian dan analisis tersebut, Agus membuka kemungkinan adanya penyidikan baru dan menetapkan tersangka. Namun, Agus menekankan pihaknya tak dapat berbicara banyak mengenai pihak yang kemungkinan bakal menyandang status tersangka karena belum mendengar secara lengkap paparan dari tim penyidik dan penuntut umum.

“Mohon bersabar sebentar bahwa kemungkinan dibuka penyidikan baru dari fakta yang ada langsung kemudian ditersangkakan sangat mungkin kami akan bicarakan minggu depan kalau pimpinan lengkap berlima,” katanya.

Agus memastikan KPK tak akan mengkhianati rakyat Indonesia. Ditegaskan, sepanjang ditemukan bukti yang cukup, KPK tak segan untuk menjerat pihak-pihak yang terlibat dalam kasus megakorupsi ini.

“Jadi mohon bersabar saja, janji kami KPK tidak akan mengkhianati bangsa ini kalau alat bukti cukup indikasi sangat kuat pasti kita akan tindak lanjuti,” tegasnya.

Diketahui, perkara Century yang menjerat Budi Mulya telah berkekuatan hukum tetap sejak April 2015 lalu. KPK pun telah menerima salinan lengkap putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) terhadap mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Pengelolaan Moneter dan Devisa itu sejak Januari 2016 lalu. (Red)


Photo Credit : KPK mengaku telah kantongi berbagai peran dari pihak-pihak yang terlibat dalam perkara korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) pada Bank Century. | Getty Images/Bay Ismoyo

Tanggapi Artikel