KPK : Soal Kasus Alkes Sepertinya Semakin Dekat Kearah Rudi Tanoe

"Beliau (Siti) langsung menyatakan penunjukan langsung dan memberikan kepada Rudi. Saya lalu tanya, Rudi siapa? Dijawab Rudi Tanoesoedibjo,"

KPK : Soal Kasus Alkes Sepertinya Semakin Dekat Kearah Rudi Tanoe

Telegraf, Jakarta  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengisyaratkan kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) terkait penanggulangan flu burung bakal merembet ke pihak swasta.

Sejauh ini baru sejumlah penyelenggara negara di Kementerian Kesehatan yang sudah dijerat dan dijebloskan ke bui karena terlibat kasus itu. Sebut saja mantan Menteri Kesehatan (Menkes), Siti Fadilah, dan mantan Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Kementerian Kesehatan, Ratna Dewi Umar.

Ketua KPK, Agus Rahardjo, mengakui pihaknya sedang melakukan pengembangan kasus tersebut. Salah satunya mengenai kebijakan tersangka Siti Fadilah Supari yang diduga menguntungkan pihak lain.

Dari pengembangan itu, KPK mungkin bakal menetapkan tersangka baru yang diduga kuat mengarah ke pihak swasta yaitu PT Prasasti Mitra dan PT Rajawali Nusindo milik Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo alias Rudi Tanoe.

“Ya, pastilah diuntungkan. Nanti ada pengembangan,” ujar Agus melalui pesan singkat kepada wartawan, Sabtu (11/11).

Menurut Agus, KPK hingga kini masih terus mengumpulkan bukti-bukti. Berdasarkan alat bukti, pihak-pihak yang terlibat dan diuntungkan itu akan diminta pertanggungjawaban secara hukum.

Sejurus dengan Agus, Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, tak membantah pihak swasta yang terlibat dan diuntungkan itu dapat dijerat menjadi pesakitan.

“Kalau jelas penyertaannya akan kena juga,” tegas Saut.

Meski demikian, saat disinggung mengenai perusahaan milik Rudi Tanoe yang diduga diuntungkan melalui kebijakan Siti Fadilah, Saut menjawab diplomatis.

“Penyidik masih bekerja. Nanti kita tunggu, pelajari dulu lagi ya,” ucap Saut.

Dalam surat dakwaan Ratna Dewi Umar disebutkan, pada akhir 2005, Siti Fadillah Supari dan Rudi Tanoe sempat bertemu membahas proyek pengadaan Alkes flu burung. Usai pertemuan itu, Siti memerintahkan Ratna agar pekerjaan proyek pengadaan Alkes flu burung 2006 diberikan kepada Rudi Tanoe.

Baca Juga :   PA GMNI Akan Kawal Proses Pemindahan Ibu Kota Negara

Dalam surat dakwaan juga disebutkan bahwa PT Prasasti Mitra mendapat pekerjaan dalam proyek pengadaan alat kesehatan itu dari PT Rajawali Nusindo yang ditunjuk langsung oleh Ratna atas perintah Siti Fadilah. Namun, PT Prasasti Mitra justru kembali mengalihkan pengadaan alat kesehatan itu dari beberapa agen tunggal dengan harga lebih murah, yakni PT Fondaco Mitratama, PT Meditec Iasa Tronica, PT Airindo Sentra Medika, dan PT Kartika Sentamas.

Ratna sendiri sebelumnya juga memastikan bahwa Siti melakukan penujukan perusahaan Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo dalam pengadaan alat kesehatan dan perbekalan penanganan flu burung.

Keterlibatan Siti Fadilah dan kakak dari taipan Hary Tanoe itu disampaikan Ratna saat membacakan nota pembelaan (pledoi) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (15/8/2013). Dalam pledoinya, Ratna mengungkapkan bahwa perintah tersebut disampaikan Siti saat dirinya menghadap atasannya beberapa tahun lalu.

Ratna mengaku, saat itu sempat mempertanyakan alasan pengadaan proyek dilakukan melalui penunjukan langsung. Tetapi, Siti menilai pengadaan proyek ini dapat dilakukan melalui penunjukkan langsung karena flu burung telah mewabah. Terlebih saat itu Menkes telah mengeluarkan peraturan yang menyatakan penyebaran flu burung sebagai kejadian luar biasa.

“Beliau (Siti) langsung menyatakan penunjukan langsung dan memberikan kepada Rudi. Saya lalu tanya, Rudi siapa? Dijawab Rudi Tanoesoedibjo,” kata Ratna. (Red)

 

Foto : Mantan Menkes Siti Fadilah Supari saat usai pemeriksaan di KPK. | Ist. Photo

Tanggapi Artikel