KOWANI Akan Usulkan Ibu Soed Sebagai Pahlawan Nasional Perempuan

“Ibu Soed sebagai pejuang mengerakkan motifasi generasi muda beliau menciptakan lagu lagu perjuangan, kami juga sudah mengadakan dialog dengan Menteri Sosial dan dengan Bapak Jokowi mengabulkan Ibu Soed”

KOWANI Akan Usulkan Ibu Soed Sebagai Pahlawan Nasional Perempuan


Telegraf, Jakarta – Setelah gagasan Pahlawan Nasional Perempuan Laksamana Malahayati terkabul sesuai dengan harapan, Kongres Wanita Indonesia (Kowani) akan kembali usulkan Pahlawan Nasional Perempuan yaitu Ibu Soed, Ibu Soed dipilih karena mengerakkan motifasi generasi muda.

“Ibu Soed sebagai pejuang mengerakkan motifasi generasi muda beliau menciptakan lagu lagu perjuangan, kami juga sudah mengadakan dialog dengan Menteri Sosial dan dengan Bapak Jokowi mengabulkan Ibu Soed,” Ungkap Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyugo dikantornya Jl. Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (13/11/17).

Giwo menjelaskan Pak Presiden sangat wecome dan mengatakan silahkan mengusulkan, “sudah ada lampu hijau dari Pak Presiden,” ungkapnya, Giwo juga menjelaskan mudah mudahan juga tidak membutuhkan waktu lama untuk mewujudkan gagasan tersebut.

Diketahui gagasan Pahlawan Nasional Perempuan Malahayati digagas Kowani setahun 2016 lalu dikatakan Kepala Pusat Sejarah proses akan memakan waktu 2 taun, tetapi kenyataanya belum ada dua tahun sudah di setujui, Giwo menerangkan.

Giwo menghimbau khususnya kepada perempuan Indonesia (dalam hal ini Kowani dan yang seperjuangan) bahwa ada situasi dan era kekinian dimana banyak sekali tokoh-tokoh dan idola idola yang ditayangkan, tetapi bahwa bagi perempuan Indonesia ROLE MODEL dan IDOLA serta PANUTAN adalah pahlawan-pahlawan / pahlawan nasional khususnya pahlawan nasional perempuan.

Laksamana Malahayati adalah seorang muslimah pejuang membela Negara Republik Indonesia dimana abad ke 16 memimpin armada laut dengan 2000 orang paasukan “inong balee” berjuang melawan penjajah portugis di Selat Malaka. Dan perempuan pertama di dunia berasal dari Kesultanan Aceh.

Ia berhasil menewaskan Cornelis De Houtman dalam pertempuran satu lawan satu di gledek kapal dan mendapat gelar “Laksamana”, untuk keberaniannya, Malahayati kemudian dikenal sebagai laksamana Malahayati.

Meskipun baru dianugerahi gelar pahlawan nasional pada peringatan Hari Pahlawan ke 72 pada tahun 2017 lalu namun namanya telah diabadikan sebagai penghargaan atas jasa jasanya.

Giwo menegaskan kepada seluruh stake holder untuk kembali kepada marwah yang sebenarnya bahwa pahlawan bukan sekedar jajaran nama-nama tetapi himpunan prestasiprestasi mulia dimasa lampau yang sangat relevan dan universal pada masa kekinian untuk di teladani dan dljadikan sebagai role model dalam bertutur kata, dalam berpikir, dalam bertindak/berperilaku, dalam berkarya, mengabdi terutama jika berbicara dalam scope yang lebih luas dari lingkungan yang terkecil, masyarakat, warga, nusa dan bangsa. (Red)

Credit Photo: Atti Kurnia/ telegraf.co.id


 

Atti K.

close