Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Konvensi Nasional RSKKNI Manajemen Risiko Perbankan Langkah Strategis Tingkatkan SDM Berkualitas
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Konvensi Nasional RSKKNI Manajemen Risiko Perbankan Langkah Strategis Tingkatkan SDM Berkualitas

Atti K. Selasa, 9 Juli 2024 | 01:24 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
RSKKNI Manajemen Risiko Perbankan
Bagikan

TELEGRAF – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan Konvensi Nasional Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) Bidang Manajemen Risiko Perbankan di Double Tree Hotel, Surabaya (8/7/24).

Konvensi ini bertujuan untuk mendapatkan tanggapan final dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk industri, asosiasi, lembaga pendidikan, pelatihan, dan lembaga sertifikasi terkait, mengenai standar kompetensi yang akan digunakan untuk meningkatkan kualitas SDM dan kinerja industri jasa keuangan.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara, Kepala OJK Institut, Agus Sugiarto, Direktur Perencanaan Pengembangan SDM, Ni Nyoman Puspani, Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen (OJK Provinsi Jawa Timur), Dedy Patria, serta ketua dan wakil ketua tim perumus dan tim verifikasi RSKKNI, Adhiputra Tanoyo, Grandhis Helmi, Anita Faisal, dan Jerry Marmen.

Dalam sambutannya, NS. Aji Martono, Anggota Komisioner BNSP menekankan pentingnya standar kompetensi untuk menciptakan tenaga kerja yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing global.

“Bonus demografi yang kita miliki membawa Indonesia berada pada mega-tren dunia, sehingga wajar jika berbagai lembaga kredibel internasional memproyeksikan Indonesia akan menjadi salah satu negara maju,” ujar Aji.

Ia juga menyoroti pentingnya sistem sertifikasi kompetensi kerja nasional yang terus berkembang, termasuk di sektor keuangan.

“Sistem ini mengatur kewajiban tenaga kerja di bidang ini untuk memiliki bukti kompetensi kerja dalam bentuk sertifikat kompetensi profesi, khususnya di bidang Manajemen Risiko Perbankan.

Pengembangan sumber daya sertifikasi di sektor keuangan harus terus dilakukan untuk memastikan tenaga kerja yang kompeten dan berkualitas,” tambahnya.

Baca Juga :  Bersiaplah Purbaya Bakal Legalkan Peredaran Rokok Ilegal

Dalam kesempatan yang sama, Agus Sugiarto, Kepala OJK Institut, menyatakan bahwa industri keuangan saat ini berada dalam era digitalisasi yang cepat.

“Era ini mengharuskan para pelaku usaha jasa keuangan untuk selalu berinovasi dan mengikuti perkembangan.

Dengan adanya RSKKNI, kami berharap dapat memenuhi kebutuhan industri akan tenaga kerja yang kompeten dan berkualitas,”.

Selain itu pentingnya RSKKNI untuk memastikan bahwa industri keuangan memiliki SDM yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Konvensi nasional ini merupakan forum bagi kita semua untuk mereview dan mengkoreksi hal-hal yang prinsip agar RSKKNI yang disahkan dapat menjadi acuan yang tepat,” ujar Agus.

Setelah forum ini, dokumen RSKKNI yang telah disusun akan diserahkan kepada Kementerian Tenaga Kerja untuk ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja RI.

“Kami akan terus memberi dukungan dan merespons yang terbaik atas upaya-upaya tersebut,”.

Dalam sambutannya yang sekaligus membuka konvensi nasional tersebut, Mirza Adityaswara menyampaikan harapannya agar konvensi nasional ini dapat menghasilkan dan memastikan mutu kompetensi tenaga kerja di sektor keuangan, terutama pada bidang Manajemen Risiko Perbankan, yang berdaya saing global.

“Semoga Allah Subhanahu Wata’ala senantiasa meridhoi dan memberkahi semua langkah usaha kita,” tutup Mirza.

Acara ini menjadi tonggak penting dalam peningkatan kualitas SDM di sektor jasa keuangan Indonesia, memastikan bahwa tenaga kerja di bidang ini memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar internasional.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Photo Credit: Penjual rokok asongan. REUTERS
Bersiaplah Purbaya Bakal Legalkan Peredaran Rokok Ilegal
Waktu Baca 2 Menit
Armada truk yang dioperasikan oleh perusahaan energi negara Pertamina meninggalkan depo Plumpang di Jakarta Utara. (FILE/JP))
Mulai Maret 2026 Pertamina Siap Pasok Solar ke SPBU Swasta
Waktu Baca 5 Menit
Kupas Jaran Kepang Temanggung, Agus Gondrong Ditunggu Tropi Abyakta Pada Puncak HPN 2026
Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional
Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Pemerintah dinilai perlu memprioritaskan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam pemulihan ekonomi. Hal ini karena sektor UMKM bisa memberikan efek berganda atau multiplier effect kepada masyarakat, termasuk dalam menciptakan permintaan. VOI/Angga Nugraha
DPP GMNI Dorong Hilirisasi Adil dan Berkelanjutan Untuk Bangsa
Waktu Baca 5 Menit

Bank Jakarta Luncurkan Kartu Debit Visa, Gubernur Dorong Transformasi dan Persiapan IPO

Waktu Baca 3 Menit

Rock Ngisor Ringin Part #2 Jadi Ajang Kumpul Musisi Rock Tanah Air

Waktu Baca 4 Menit

Program FLPP Capai Rekor 263 Ribu Unit, BTN Dominasi Penyaluran Rumah Subsidi Nasional

Waktu Baca 4 Menit

BSN Resmi Beroperasi Usai Spin-Off dari BTN, Bidik Pertumbuhan Perbankan Syariah Nasional

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

OJK Bentuk Departemen UMKM dan Keuangan Syariah, Pengawasan Bank Digital Berlaku 2026

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

OJK Raih Predikat Badan Publik Terbaik Nasional 2025, Tegaskan Komitmen Keterbukaan Informasi

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Keseimbangan Energi Jadi Kunci Ketahanan Nasional, Migas dan EBT Harus Berjalan Beriringan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transisi Energi Terkendala Infrastruktur, Pemanfaatan EBT Masih di Bawah Target

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK: Aset Perbankan Syariah Tembus Rekor Tertinggi, Lampaui Rp1.028 Triliun pada Oktober 2025

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

OJK Terapkan Perlakuan Khusus Kredit Untuk Korban Bencana Aceh, Sumut dan Sumbar

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Resmikan Kantor Provinsi Maluku Utara, Perkuat Pengawasan Jasa Keuangan dan Pelindungan Konsumen

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

LPS Tegaskan Pentingnya Penjaminan Polis untuk Stabilitas Industri Asuransi

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?