Konvensi Nasional RSKKNI Bidang SOC di Buka Hari ini

Ketum Forum Pimpinan Media Digital Budi Rahardjo Hadir dalam Konvensi. Wakil dari AMDI yang ikut menjadi peserta konvensi tersebut adalah Ketua AMDI Bidang IT dan Densus Digital M Idris Daulat

Konvensi Nasional RSKKNI Bidang SOC di Buka Hari ini

Telegraf – Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI) aktif dalam mengirim delegasinya dalam Konvensi Nasional Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) Bidang Security Operation Center.

Wakil dari AMDI yang ikut menjadi peserta konvensi tersebut adalah Ketua AMDI Bidang IT dan Densus Digital M Idris Daulat.

Adapun agenda bahasan dalam kamar konvensi yang diikuti AMDI menyangkut pembahasan mengenai :

  1. Membuat Model Operasi dan Strategi Security Operation Center(SOC) yang Diinginkan
  2. Merancang Kapabilitas Strategi Security Operation Center (SOC)
  3. Menyusun Prosedur Penanganan Insiden Keamanan Siber
  4. Mengelola Tim Penanganan Insiden Keamanan Siber

Pembahasan di kamar ini dipimpin Dr. rer. nat.I Made Wiryana,S.Si, S.Kom, M.Sc. dengan pendamping Asri Setyowati, Martha Nurizzaky F. Sophia Clara B. K.Dr. Suharyanto, S.E., M.M.

Ada 359 peserta hadir dalam Konvensi Nasional Siber Indonesia yang dilakukan secara daring. Acara konvensi RSKKNI lewat zoom di era protokol kesehatan Covid-19, membahas aktivitas pemprograman, konsultasi dan security operation center.

Tak hanya akademisi dari dosen kampus, profesional dan pengurus Asosiasi. Tapi, semua pelaku komunikasi dan informasi yang berkaitan dengan security operation center diundang. Membahas sikap kerja yang diperlukan, keterampilan juga aspek kritis dan kecermatan.

Guna membangun Security Operation Center inilah, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyiapkan penyusunan SDM (sumber daya manusia) dengan kompetensi. Keamanan siber demi mencegah terjadinya “serangan” siber.

Konvensi dibuka oleh Kepala BSSN Hinsa Siburian, berlangsung dari pagi hingga sore hari, dengan di sela jedah sholat dan istirahat makan siang. Sebuah pokok kegiatan untuk yang Tepercaya, Profesional dan Berdaya Saing.

Para praktisi “urun rembuk” merumuskan detail keamanan siber, termasuk terminasi layanan untuk perbaikan sistem, jika terjadi insiden.

Rancangan standar Kompetensi Kerja Nasional , di bawah deputi Bidang Pemantauan dan Pengendalian BSSN disetujui seluruh peserta.

Baca Juga :   Menjadi Content Creator Tidak Harus Memililiki Peralatan Yang Mahal Cukup Dengan Samsung Galaxy A series

Keterlibatan peserta perwakilan dari berbagai pemangku kepentingan keamanan siber, sekaligus “ajang silaturahmi sekelompok profesionalisme di bidang digital”.

“Prof. DR. Ir. Eko Kuswardono Budiardjo, M.SC. menjadi pimpinan sidang pleno serta membagi pleno menjadi lima kelompok yang masing-masing diketuai oleh DR. RER. NAT. I Made Wiryana, S.SI, S.Kom, M.SC. yang sekaligus juga merupakan pengarah dan ketua tim perumus SKKNI bidang SOC, Satriyo Wibowo, S.T., MBA, M.H., IPM, CERG, CCISO (Sekjen ICSF) dan Lucia Sri Istiyowati, M.Kom.

S.S Budi Rahardjo (Ketua Forum Pimpinan Media Digital Indonesia) serta M Idris Daulat (Kepala Divisi IT) Asosiasi Media Digital Indonesia turut hadir memberi masukan dalam pranalar kegiatan yang berlangsung Sabtu ini (26/9).

Konvensi (bahasa Ingg)ris: convention) dapat merujuk pada: Konvensi (rapat), suatu rapat besar. Konvensi (norma), suatu kumpulan norma yang diterima umum.

Adapun hasil telahaan terdapat tiga poin penyesuaian, terkait dengan judul RSKKNI Bidang SOC agar disesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), kesesuaian format penulisan dokumen RSKKNI Bidang SOC serta penulisan dan pemenuhan isi dokumen RSKKNI Bidang SOC.


 

Shan Santi