Konflik Hamas-Israel, Akibatkan Ancaman Kian Meningkat di AS

Oleh : Aris Maulana
Direktur FBI Christopher Wray memberikan kesaksian dalam sidang Komite Keamanan Dalam Negeri dan Urusan Pemerintah Senat di Capitol Hill di Washington, 31 Oktober 2023. AFP/Mandel Ngan

Telegraf – Konflik Hamas-Israel yang sedang berlangsung meningkatkan potensi ancaman kekerasan di Amerika Serikat ke tingkat tinggi yang belum pernah terjadi dalam beberapa tahun, kata Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) Christopher Wray pada Selasa (31/10).

“Kami menilai bahwa aksi Hamas dan para sekutunya akan menjadi inspirasi yang belum pernah terjadi sejak ISIS meluncurkan apa yang mereka sebut sebagai kekhalifahan beberapa tahun yang lalu,” kata Wray saat memberikan kesaksiannya dalam sidang dengar pendapat di Kongres AS.

Kepala FBI itu mengatakan kepada anggota parlemen bahwa ancaman terhadap komunitas Yahudi di Amerika Serikat “mencapai tingkat yang bersejarah.”

Menurut Wray, beberapa organisasi teroris asing telah menyerukan serangan terhadap warga Amerika dan negara-negara Barat sejak konflik terbaru meletus di Gaza pada awal Oktober, yang meningkatkan ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok ekstremis kekerasan di AS.

“Kekhawatiran kami yang paling utama adalah bahwa para ekstremis kekerasan, baik perorangan maupun kelompok-kelompok kecil, akan terilhami dari kejadian-kejadian di Timur Tengah dan melakukan serangan terhadap warga AS yang sedang menjalani kehidupan sehari-hari,” ujar Wray.

Namun, dia juga mengatakan bahwa saat ini FBI tidak melacak “ancaman terorganisasi” di dalam AS.

Pihak Gedung Putih pada Senin (30/10) menyampaikan kekhawatiran atas laporan insiden anti-Yahudi di beberapa universitas di Amerika Serikat saat eskalasi ketegangan mendorong para pejabat universitas untuk memperketat keamanan.

Dalam kesaksiannya, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Alejandro Mayorkas juga mengatakan bahwa lembaganya telah merespons peningkatan ancaman terhadap komunitas Yahudi, Muslim, dan Arab-Amerika di seluruh negara itu sejak perang dimulai.

Dia menyoroti bahwa kebencian terhadap siswa, komunitas, dan institusi Yahudi “semakin meningkatkan sentimen antisemitisme yang sudah ada sebelumnya di Amerika Serikat dan di seluruh dunia.”

FBI juga memulai investigasi kejahatan kebencian atas pembunuhan seorang bocah laki-laki Muslim berusia 6 tahun yang menurut polisi ditikam hingga tewas oleh pemilik dari properti yang disewa keluarganya.

“Ini adalah momen yang mengkhawatirkan. Kita berada dalam masa yang berbahaya. Ini bukan saatnya untuk panik, melainkan waktu untuk waspada,” tutur Wray.

Lainnya Dari Telegraf


 

Copyright © 2024 Telegraf. KBI Media. All Rights Reserved. Telegraf may receive compensation for some links to products and services on this website. Offers may be subject to change without notice. 

Telenetwork

Kawat Berita Indonesia

close