KKP Dorong Optimalisasi Budidaya Udang Dengan Produk Andalan

“Masa iya budidaya intensif bisa 50 ton setahun, sedangkan tambak tradisional hanya 1 ton per tahun? Saya mohon masukan bapak-bapak bagaimana menaikkan ini minimal pertahun/ha jadi 5 ton saja tambak tradisional,”

KKP Dorong Optimalisasi Budidaya Udang Dengan Produk Andalan

Telegraf, Jakarta – Memenuhi amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memperbaiki komunikasi dengan pelaku usaha kelautan dan perikanan serta meningkatkan sektor perikanan budidaya, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menerima audiensi perwakilan Shrimp Club Indonesia (SCI), Petambak Muda Indonesia (PMI), dan Asosiasiasi Pengusaha Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan Indonesia (AP5I) didampingi Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jumat (08/11/2019) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Edhy menerima Ketua Umum SCI Iwan Sutanto, Ketua AP5I Budhi Wibowo, dan PMI Rizky Darmawan beserta rombongan.

Mengawali audiensi, Ketua Umum SCI Iwan Sutanto mengungkapkan, budidaya udang di Indonesia kerap menghadapi kendala penyakit. Akibatnya banyak pembudidaya yang gagal panen.

Namun, Indonesia cukup beruntung tidak terkena wabah Early Mortality Syndrome (EMS) di saat negara lain seperti Tiongkok terjangkit wabah penyakit tersebut. Bahkan akibat wabah penyakit tersebut, produksi udang Tiongkok berkurang hingga 1 juta ton per tahun.

Guna mencegah penyakit serupa masuk ke Indonesia, pelaku usaha budidaya berharap agar KKP mengeluarkan aturan-aturan terkait pencegahan penyakit dan melanjutkan task force yang tengah dilakukan bersama dengan stakeholders perudangan nasional.

Harapan ini disampaikan kepada KKP karena selama ini KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) dinilai telah banyak membantu persoalan yang dihadapi para pelaku usaha budidaya. Termasuk salah satunya saat produk udang Indonesia ditahan Amerika Serikat (AS) akibat tuduhan subsidi.

Selain itu menurutnya, budidaya udang Indonesia harus didorong karena udang merupakan salah satu komoditas perikanan budidaya andalan utama Indonesia.

“Bicara ekspor, ya pasti mengarah ke udang karena 60 persen dari ekspor udang Indonesia adalah udang hasil budidaya. Bahkan nilainya di atas tuna,” tuturnya.

Baca Juga :   PT Bank Muamalat Indonesia dan Inacom Dalam Kerjasama Hedging

Ia pun menyebut, dari angka 60 persen tersebut, 50 persennya diproduksi oleh SCI.

Pages Berikutnya >

Pages: 1 2

Tanggapi Artikel