Kinerja Emiten Bayangi IHSG Pekan Ini, Berikut Saham Pilihan Teratas

Oleh : Didik Fitrianto
Photo Credit: Seorang karyawan melewati layar yang menampilkan pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta pada tanggal 2 Maret 2020. ANTARA/Galih Pradipta

Telegraf – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan konsolidasi di atas level support 7.200 dan level resistance diprediksi 7.300 pada hari ini, Senin (22/01/2024). Laporan kinerja keuangan emiten pada kuartal IV 2023 akan memengaruhi pergerakan IHSG.

“Secara teknikal, stochastic RSI cenderung bergerak naik dari area oversold bersamaan pembentukan lower shadow panjang. Volume transaksi yang cenderung turun mengindikasikan tekanan jual mereda,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasannya, yang dikutip (22/01/2024).

Riset tersebut mengatakan pelaku pasar mengantisipasi rilis kinerja keuangan emiten bank kuartal IV 2023. Beberapa bank besar dijadwalkan rilis laporan keuangan dalam pekan ini, yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).

Sementara itu, sentimen regional cenderung negatif. Investasi asing atau foreign direct investment (FDI) Tiongkok terpangkas 8% (year on year/yoy) pada Desember 2023. Kondisi tersebut memperkuat indikasi pemulihan aktivitas ekonomi di Tiongkok masih berjalan lambat pada 2023.

Saham pilihan teratas untuk Senin (22/1/2024) adalah saham bank-bank besar, seperti BBRI, BMRI, BBNI, dan BRIS. Selain itu, trading buy saham PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Baca Juga :   Dominasi Pasar Mesir, Kopi Indonesia Raup Rp1,46 Triliun

Adapun speculative buy adalah saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA).

 

Lainnya Dari Telegraf


 

Copyright © 2024 Telegraf. KBI Media. All Rights Reserved. Telegraf may receive compensation for some links to products and services on this website. Offers may be subject to change without notice. 

Telenetwork

Kawat Berita Indonesia

close