Ketika PT. Bilca Markin Jaya Makmur Menggugat Penggelapan

Ketika PT. Bilca Markin Jaya Makmur Menggugat Penggelapan

"Perbuatan tergugat terus berlanjut, dengan cara ikut melakukan penagihan terhadap faktur-faktur tagihan customer PT. Bilca Markin Jaya Makmur, namun tidak menyetorkan ke rekening prusahaan, tapi dialihkan ke rekening pribadi milik tergugat Lie Ana Herlina, sehingga perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 754 juta"

Ketika PT. Bilca Markin Jaya Makmur Menggugat Penggelapan

Telegraf – Sidang lanjutan Gugatan Perbuatan Melawan (PMH) yang diduga dilakukan oleh tergugat Lie Ana Herlina, terhadap PT Bilca Markin Jaya Makmur kembali di gelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada No.17 dengan agenda kesimpulan dari penggugat.

PT. Bilca Markin Jaya Makmur selaku penggugat, yang diwakili oleh tim kuasa hukumnya, yang diketuai oleh Hartono Tanuwidjaja, dalam berkas kesimpulanya menyampaikan kepada majelis hakim, bahwa tergugat Lie Ana Herlina telah melakukan perbuatan pidana penggelapan secara berlanjut, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu (29/9/2017).
Dimana pada perbuatan awal terggugat telah merugikan perusahaan penggugat sebesar Rp. 254 juta, dalam penjulan karton sampah, kemudian tergugat telah menyerahkan pembayaran (pengganti) ke reking PT. Bilca Markin Jaya Makmur pada tanggal 11, 29, 30 september 2014, yang ditotal senilai Rp 203 juta, namun pasca pengantin kerugian tersebut, tergugat Lie Ana Herlina melakukan penggelan lagi, dengan cara mengalihkan pembayaran, tagihan dari pihak customer PT. Bilca Markin Jaya Makmur sebesar Rp 130 juta, dan atas perbuatannya tersebut, terhadap tergugat telah diadili dan dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Negeri Tanggerang, dengan hukuman pidana penjara selama 8 bulan, Terang tim kuasa hukum dalam berkas kesimpulanya.
“Perbuatan tergugat terus berlanjut, dengan cara ikut melakukan penagihan terhadap faktur-faktur tagihan customer PT. Bilca Markin Jaya Makmur, namun tidak menyetorkan ke rekening prusahaan, tapi dialihkan ke rekening pribadi milik tergugat Lie Ana Herlina, sehingga perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 754 juta” hasil dari audit yang dilakukan Kantor Akuntan Publik (KAP), Rama Wendra, jelas tim kuasa hukum dalam berkas kesimpulannya.
Tim kuasa hukum menambahkan, berdasarkan agenda jawab-menjawab dan penyerahan bukti-bukti surat serta keterangan saksi-saksi yang diajukan para pihak, maka penggugat menyimpulkan, gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang dilakukan oleh tergugat Lie Ana Herlina telah nyata-nyata terbukti atas adanya bukti pengakuan yang sempurna, dan ditambah surat pernyataan bahwa terguggat telah mengakui semua perbuatan penggelapan yang telah merugikan penggugat.
‎Dalam permohonannya gugatanya, penggugat yang diwakili oleh tim kuasa hukum, memohon agar majelis hakim dalam perkara ini, mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya, menyatakan sah dan berharga semua alat bukti yang diajukan penggugat, menyakatan tergugat terbukti melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH), serta menghukum tergugat untuk membayar ganti rugi Materiil secara tanggung renteng,sebesar total
‎Rp 884 juta dan ganti rugi Immateriil sebesar Rp 7 milyar kepada penggugat PT. Bilca Markin Jaya Makmur.
Sidang lanjutan akan digelar ‎pada 13 April 2017 mendatang, dengan agenda mendengarkan putusan dari majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara. (Red)

Photo Credit : H. Tanuwidjaja

KBI Telegraf

close