Ketika Ahok Menangis Saat Bacakan Nota Keberatan Atas Dakwaan Jaksa

“Sebelum menjadi pejabat, saya sering menerapkan program pembangunan masjid dan surau. Saya sudah sering menyumbang pembangunan masjid, menyerahkan hewan kurban di Idul Fitri dan Idul Adha, menghajikan pengurus masjid, sekolah, mandor, dan penjaga kubur. Hal-hal yang telah saya lakukan, saya teruskan jika saya menjadi gubernur lagi,”

Ketika Ahok Menangis Saat Bacakan Nota Keberatan Atas Dakwaan Jaksa

Telegraf, Jakarta – Sidang perdana kasus Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok digelar hari ini, Selasa, 13 Desember di Pengadilan Negeri Jakarta Utara Jl. Gajah Mada, Jakarta Pusat. Persidangan dipimpin 5 hakim PN Jakarta Utara dan ada 13 Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus Ahok.

Ada yang menarik dari sidang perdana Ahok yang tengah berlangsung saat ini. Setelah dibacakan dakwaan oleh Jaksa, tiba giliran Ahok membacakan Nota Keberatan atas dakwaan yang dituduhkan padanya.

Saat membacakan Nota Keberatan itu, suara Ahok tiba-tiba bergetar. Ahok kemudian meneteskan air mata. Ahok sempat berhenti beberapa kali dan menyeka air matanya, kemudian melanjutkan pembacaan Nota Keberatan.

“Sebelum menjadi pejabat, saya sering menerapkan program pembangunan masjid dan surau. Saya sudah sering menyumbang pembangunan masjid, menyerahkan hewan kurban di Idul Fitri dan Idul Adha, menghajikan pengurus masjid, sekolah, mandor, dan penjaga kubur. Hal-hal yang telah saya lakukan, saya teruskan jika saya menjadi gubernur lagi,” kata Ahok.

Terakhir, Ahok meminta Ketua Hakim untuk melihat dirinya benar-benar tidak memiliki niat untuk menistakan agama atau menghina agama Islam.

Saat ini sidang masih berjalan dengan mendengarkan pembacaan dari Tim Penasehat Hukum. (Red)

Photo credit : Ist. Photo


KBI Telegraf