Kepala BSN : Pengembangan Standar Adalah Hulu Mata Air

SDM Unggul untuk Pengembangan Standar mendukung Pembangunan Berkelanjutan”

Kepala BSN : Pengembangan Standar Adalah Hulu Mata Air


Telegraf, Jakarta – Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN), Bambang Prasetya mengatakan pengembangan standar mempunyai posisi paling hulu didalam Ibarat air di atas gunung kalau airnya bersih maka akan memberikan penerapan standar yang bagus, dan jika air yanhg bersih semuanya akan bersih.

Selain itu juga mengatakan bahwa bukan saja standar yang bagus tetapi juga harus merespon dinamika/kebutuhan kebutuhan National.

“Pengembangan standar adalah hulu mata air aupaya kita memberikan standar standar yg bagus, dan tidak cukup bagus saja tetapi merespon kebutuhan kebutuhan nasional kita diantarannya bagaimana kita menyikapi, wacana wacana yang dikebangkan kabinet Jokowi, deregulasi dan debirokratisasi untuk menciptakan standar yang dipake di ranah regulasi,” ungkap Bambang usai membuka agenda pemberian penghargaan Herudi Technical Committee Award (HTCA) 2019 di Auditorium Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Jakarta , Rabu (20/11).

Lanjut Bambang untuk terus mendorong para Industri dan kelembagaan dalam meningkatkan SNI Nasional menuju Internasional perlu adanya pemikiran pemikiran luar untuk memasukan standard nasional menjadi standar Internasional.

Melalui tema “SDM Unggul untuk Pengembangan Standar mendukung Pembangunan Berkelanjutan” BSN memberikan penghargaan HTCA 2019.

Selanjutnya Deputi bidang Pengembangan Standar – BSN, Nasrudin Irawan menyampaikan bahwa, Herudi Technical Committee Award (HTCA) ini adalah suatu bentuk penghargaan yang diberikan oleh BSN kepada Komite Teknis Perumusan SNI, yang memiliki kinerja terbaik.

”Mekanisme pemilihan penerima penghargaan tahun ini dilakukan dalam 2 tahap yaitu desk assessment dan onsite terhadap Kriteria penilaian meliputi Pengelolaan Komite Teknis, Pengelolaan Program Nasional Penumusan SNI dan Pemeliharaan SNI. Pada Tahap awal, terpilih 11 Komite Teknis terbaik, dengan nilai di atas 70 yang selanjutnya dilakukan penilaian tahap ke dua yaitu on site terhadap 11 Komtek tersebut. Penganugerahan HTCA merupakan salah satu bentuk apresiasi BSN terahdap kinerja sekretariat Komite Teknis sebagai sebagai bagian dari pembinaan pengembangan SNI,” kata Nasrudin.

Tahun 2019, pertama kali penghargaan tertinggi HTCA untuk Komtek yang berkinerja terbaik 5 tahun berturut-turut (2015-2019) dianugerahkan kepada Sekretariat Komite Teknis 65-05 Produk Perikanan, Direktorat Pengolahan dan Bina Mutu, Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Penerima Penghargaan Komite Teknis Terbaik tahun 2019 dianugerahkan kepada 2 (dua) Komtek, yaitu Komite Teknis 65-08 Produk Perikanan Nonpangan, dengan bersekretariat di Direktorat Pengolahan dan Bina Mutu, Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Komite Teknis 35-01 Teknologi Informasi yang bersekretariat di Direktorat Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika, Ditjen Sumberdaya dan Perangkat Pos dan Informatikas, Kemkominfo.Dua Nominasi berikutnya dalah Komite Teknis 27-03 Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan yang bersekretariat di Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM dan Sumber Daya Mineral dan Komite Teknis 59-01 Tekstil dan Produk Tekstil yang bersekretariat di Pusat Standardisasi Industri, Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Kemenperin.

BSN berkeyakinan bahwa, dengan terpilihnya Komite Teknis penerima HTCA 2019 tersebut, maka dapat menjadi role model bagi Komite Teknis lain untuk meningkatkan kinerjanya dalam pengembangan SNI.

“Dengan kinerja Komite Teknis yang lebih baik, diharapkan SNI yang dihasilkan pun dapat lebih berkualitas dan dapat diterapkan oleh pemangku kepentingan sehingga meningkatkan daya saing produk Indonesia,” harap Nasrudin.

Diketahui Sementara ini, kinerja pengembangan SNI mulai menunjukkan hal yang positif. Tercatat sejak Standar Nasional Indonesia (SNI) dikembangkan pada tahun 1989, jumlah SNI yang telah dirumuskan hingga saat ini sebanyak 12.772 SNI dan dalam perkembangannya SNI yang aktif sampai dengan saat ini berjumlah 10.542 SNI (per Oktober 2019). (Red)


Photo Credit : Kepala BSN, Bambang Prasetya, membuka agenda pemberian penghargaan Herudi Technical Committee Award (HTCA) 2019 di Auditorium Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Jakarta, Rabu (20/11). TELEGRAF

Atti K.

close