BANDUNG, TELEGRAF.CO.ID — Kementerian Agama RI terus mengupayakan standarisasi mata kuliah dan pengembangan karir dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi Umum (PTU). Sebagai langkah konkret yang dilakukan, Direktorat Pendidikan Agama Islam mengadakan Konsinyering Pemutakhiran Data Dosen PAI pada PTU Tahun 2024. Acara ini tidak sekadar seremoni, tetapi merupakan upaya nyata dalam menghadapi tantangan standarisasi mata kuliah dan pengembangan karir dosen PAI.
Direktur PAI, M. Munir, menekankan pentingnya penataan ulang sistem pendidikan PAI di PTU. “Selama ini, ada banyak ketidakjelasan terkait mata kuliah yang diampu oleh dosen PAI, yang berujung pada ketidakpastian karir mereka. Konsinyering ini bukan hanya tentang mengumpulkan data, tetapi juga merancang kebijakan yang bisa membawa perubahan signifikan,” tegas Munir di Bandung pada Kamis (29/8/2024) malam.

Munir juga menjelaskan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi dosen PAI adalah kesulitan dalam memenuhi persyaratan kenaikan pangkat, terutama terkait penulisan artikel ilmiah. “Kami sedang mengembangkan mekanisme akselerasi yang dirancang untuk mempermudah dosen mencapai gelar profesor. Ini bukan sekadar rencana, tapi langkah strategis untuk memberdayakan dosen PAI agar dapat berkontribusi lebih maksimal,” tambahnya.
Salah satu inisiatif kunci yang dibahas adalah peluncuran buku teks utama PAI yang akan menjadi standar di sekolah dan PTU. Buku ini diharapkan menjadi fondasi untuk konsistensi pengajaran PAI di seluruh Indonesia, sekaligus mendukung upaya standarisasi yang sedang digalakkan.
Selain itu, program Griya Moderasi juga diperkenalkan sebagai bagian dari upaya memperkuat peran dosen PAI dalam mempromosikan moderasi beragama di kampus. Program ini tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan akademik dan profesional dosen.
Lebih dari sekadar pendataan, acara ini dirancang untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah struktural yang menghambat perkembangan karir dosen PAI. Kasubdit PAI pada PTU, Khaerul Umam, menjelaskan bahwa pemetaan ini akan digunakan untuk merancang intervensi yang tepat sasaran.
“Kami berupaya memahami kebutuhan dosen PAI di PTU secara lebih mendalam, bukan hanya untuk pendataan, tetapi untuk menyusun strategi pengembangan yang holistik,” jelas Umam.
Berbasis Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Pusat Data dan Informasi Teknologi (Pusdatin), Education Management Information System (EMIS) serta dukungan dari berbagai pihak, kata Umam, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan solusi konkret dan berkelanjutan terhadap berbagai tantangan yang dihadapi dosen PAI di PTU.