Kemelut Freeport, Ratusan Pekerja Asing Dipulangkan ke Negaranya

Kemelut Freeport, Ratusan Pekerja Asing Dipulangkan ke Negaranya

"Posisi jumlah tenaga kerja asing yang dipulangkan masih sama dengan pekan lalu. Pekan ini tidak ada penambahan data jumlah tenaga kerja asing yang dipulangkan,"

Kemelut Freeport, Ratusan Pekerja Asing Dipulangkan ke Negaranya


Telegraf, Jakarta – Konflik antara PT Freeport  dengan pemerintah Indonesia sepertinya semakin tambah berlarut-larut. Penolakan Freeport terhadap kebijakan pemerintah membuat Freeport enggan memproduksi bahan tambang dan mengancam akan melakukan PHK massal kepada para pekerjanya.

Hal ini bukan merupakan sebuah ancaman semata, ribuan pegawai Freeport terancam PHK, bukan saja para pekerja lokal namun juga para pekerja asing juga ikut terkena imbas dari konflik ini.

Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura Timika melaporkan hingga Sabtu, (18/03/2017) sebanyak 115 pekerja asing telah meninggalkan PT Freeport Indonesia dan perusahaan-perusahaan subkontraktornya.

Mereka beserta keluarganya kembali ke negara asalnya masing-masing yang sebagian besar berasal dari Australia dan Amerika Serikat, kata Kepala Seksi Sarana Komunikasi Keimigrasian pada Kantor Imigrasi Tembagapura Dede Sulaiman di Timika.

Dede Sulaiman menyebutkan sebagian besar dari mereka semula bekerja di PT Freeport Indonesia, PT Redpath, PT RUC, dan PT JDA.

Menurutnya, ratusan pekerja asing itu ada yang memang langsung dipulangkan kembali ke negara asalnya dari Timika. Ada pula yang sedang menjalani cuti kerja di negara asalnya. Namun, mereka diperintahkan untuk tidak kembali lagi ke Timika.

“Posisi jumlah tenaga kerja asing yang dipulangkan masih sama dengan pekan lalu. Pekan ini tidak ada penambahan data jumlah tenaga kerja asing yang dipulangkan,” jelas Dede. seperti dilansir Antara.

Pihak Imigrasi Tembagapura juga telah memberikan  himbauan kepada  Freeport dan perusahaan-perusahaan subkontraktornya agar selalu mengupdate data pengurangan jumlah pekerja asing sebagai imbas dari permasalahan yang sedang menimpa Freeport sejak pertengahan Januari 2017 terakhir.

Dengan telah dipulangkannya 115 pekerja asing di Freeport tersebut, lanjut Dede, secara otomatis jumlah pekerja asing yang bekerja di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua juga berkurang.

Hingga kini, tercatat masih ada sekitar 700 pekerja asing yang bekerja di Mimika. Sebagian besar dari mereka adalah pekerja di perusahaan-perusahaan subkontraktor PT Freeport. (Red)

KBI Telegraf

close