Kekerasan Polisi Israel di Al-Aqsa, 300 Lebih Warga Palestina Terluka

"Polisi Israel membatasi akses ke Al-Aqsa untuk warga Palestina yang berusia di atas 40 tahun, memeriksa identitas siapa pun yang ingin mengakses alun-alun."

Kekerasan Polisi Israel di Al-Aqsa, 300 Lebih Warga Palestina Terluka

Telegraf – Lebih dari 300 orang terluka pada Senin (10/05/2021) dalam bentrokan terbaru antara warga Palestina dan polisi Israel di flashpoint kompleks Masjid Al-Aqsa. Perayaan Israel atas pengambilalihan Yerusalem pada 1967 berisiko meningkatkan ketegangan antara kedua pihak.

Warga Palestina melemparkan batu ke arah perwira Israel dengan perlengkapan anti huru hara yang menembakkan peluru karet, granat setrum, dan gas air mata. Laporan ini disampaikan seorang koresponden AFP di tempat kejadian, setelah malam bentrokan sporadis di Yerusalem Timur yang dianeksasi.

Ledakan keras dan jeritan marah bergema dari dinding batu kuno kompleks, yang dihormati baik oleh orang Yahudi maupun Muslim. Lokasi di mana warga Palestina telah membangun barikade darurat dipenuhi bebatuan di tanah, pecahan granat kejut, dan puing-puing lainnya.

Polisi Israel membatasi akses ke Al-Aqsa untuk warga Palestina yang berusia di atas 40 tahun, memeriksa identitas siapa pun yang ingin mengakses alun-alun.

Menyusul panggilan dari Direktur Al-Aqsa Sheikh Omar Kiswani, jamaah kemudian membersihkan alun-alun dari puing-puing sehingga salat selama bulan suci Ramadhan bisa dilanjutkan.

Kekerasan sejak Jumat (07/05) adalah yang terburuk di Yerusalem sejak 2017. Bentrokan didorong oleh upaya jangka panjang pemukim Yahudi untuk mengusir beberapa keluarga Palestina dari lingkungan dekat Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.

Sidang Mahkamah Agung atas banding Palestina dalam kasus yang semula ditetapkan untuk Senin (10/05) dibatalkan oleh Kementerian Kehakiman karena ketegangan.

Meskipun kecaman internasional meningkat, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyuarakan dukungan untuk polisi Israel yang disebutnya “hanya berjuang”. “(Memuji) ketabahan yang ditunjukkan polisi Israel dan kekuatan keamanan kami,” ujarnya, Senin (10/05).

Pihak kepolisian mengatakan orang Yahudi “berdoa terus seperti biasa” di Tembok Barat yang bersebelahan dengan lapangan terbuka. “Kami tidak akan membiarkan ekstremis mengancam keselamatan publik,” tambahnya.

Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun akan menggelar pertemuan informal atas permintaan pemerintah Tunisia pada Senin petang, terkait kerusuhan yang meningkat sejak salat Jumat terakhir Ramadhan.


Photo Credit: Pada hari Sabtu, insiden terjadi di wilayah Syekh Jarrah, Gerbang Damaskus dan Bab al-Zahra, bentrokan antara polisi Israel dan pengunjuk rasa Palestina telah menyebabkan lebih dari 300 orang terluka di Yerusalem. AFP Photo

 

Yuan Adriles

close