Kejar Target 33 Triliun, Waskita Bukukan Pendapatan Usaha Rp 8,04 Triliun

“Target kami hingga akhir tahun penerimaan termin proyek bisa mencapai Rp 31 triliun – Rp 33 triliun. Kami juga sedang mengupayakan agar beberapa proyek yang semula menggunakan skema turnkey dapat diubah skema pembayarannya menjadi progress payment,”

Kejar Target 33 Triliun, Waskita Bukukan Pendapatan Usaha Rp 8,04 Triliun


Telegraf – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) di semester I-2020 membukukan pendapatan usaha konsolidasian sebesar Rp 8,04 triliun. Segmen jasa konstruksi menjadi penopang dengan total pendapatan Rp 7,36 triliun, sementara sisanya disumbangkan segmen properti & hotel, beton pracetak, jalan tol, dan infrastruktur lainnya.

Direktur Keuangan PT Waskita Karya (Persero) Tbk Taufik Hendra Kusuma menilai bahwa sektor konstuksi secara umum menghadapi tantangan berat pada 2020 akibat pandemi Covid-19. Seperti diketahui, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyebabkan sejumlah proyek konstruksi terhenti progressnya untuk sementara waktu.

“Memasuki masa PSBB transisi, speed project sudah hampir kembali ke level 100 persen, jauh lebih baik dibandingkan bulan Maret hingga Juni 2020,” ujar Taufik dalam keterangan tertulisnya, Senin (31/08/2020).

Hingga semester I-2020 Waskita juga membukukan arus kas bersih positif dari aktivitas operasi sebesar Rp 1,7 triliun. Pencapaian ini didukung penerimaan kas dari pembayaran termin proyek yang dikerjakan dengan skema turnkey (contractor pre financing) maupun progress payment dengan total Rp 12 triliun.

“Target kami hingga akhir tahun penerimaan termin proyek bisa mencapai Rp 31 triliun – Rp 33 triliun. Kami juga sedang mengupayakan agar beberapa proyek yang semula menggunakan skema turnkey dapat diubah skema pembayarannya menjadi progress payment,” katanya.

Saat ini likuiditas menjadi salah satu prioritas utama perusahaan. Semua potensi kas masuk sudah dipetakan dan akan dikawal agar sesuai timeline yang dibuat.

“Kami percaya semua kewajiban kepada kreditur di kuartal 3 dan 4 dapat terselesaikan secara tepat waktu,” imbuhnya.

Sebagai langkah efisiensi, dia menjelaskan, Waskita melakukan optimalisasi belanja modal sekitar 45 persen dari target awal 2020 sebesar Rp 19 triliun. Fokus belanja modal tahun ini digunakan untuk menyelesaikan sisa ruas tol yang dimiliki.

Taufik menyebut bahwa penyelesaian ruas jalan tol investasi menjadi fokus perusahaan. Melalui anak usahanya yaitu PT Waskita Toll Road, WSKT memiliki investasi pada 16 ruas jalan tol dimana 10 ruas telah beroperasi secara penuh maupun parsial, sementara 5 ruas dalam proses pembangunan.

Baca Juga :   Sri Mulyani Lakukan Intercept Bagi Penanganan Covid-19

“Kami fokus menyelesaikan seluruh ruas tol investasi agar ruas-ruas ini dapat segera masuk ke pipeline divestasi,” imbuhnya.

Taufik menerangkan Waskita tengah melaksanakan proses pelepasan 5 hingga 7 ruas jalan tol. Ruas tol itu di antaranya ruas Bekasi – Cawang – Kampung Melayu dan ruas Cibitung – Cilincing.

WSKT akan mengundang partner strategis maupun penerbitan instrumen ekuitas, saat melepas ruas tol. Manajemen memperkirakan aksi korporasi ini dapat mengurangi utang berbunga hingga Rp 20 triliun. “5 hingga 7 ruas itu sudah punya calon investor, saat ini mereka sedang melakukan proses due diligence. Kami harap seluruh prosesnya selesai di semester dua,” ujarnya.

Menurut dia, kebanyakan calon investor lebih tertarik pada ruas yang telah beroperasi karena tidak ada risiko pembebasan lahan atau risiko konstruksi.

Hingga semester I-2020, Waskta Karya masih memiliki total kontrak dikelola sekitar Rp 46 triliun yang dapat diproduksi menjadi pendapatan. Total kontrak tersebut terdiri dari sisa nilai kontrak sebesar Rp 38 triliun dan nilai kontrak baru Rp 8,13 Triliun.

Selama 6 bulan pertama tahun 2020, WSKT telah menandatangani kontrak baru untuk pembangunan proyek infrastruktur seperti Jalan Tol Pasuruan – Probolinggo seksi 4, Tol Ciawi – Sukabumi seksi 3 dan 4, Jaringan irigasi Rentang, Pembangunan perkuatan pantai DKI Jakarta, dan pembangunan beberapa fasilitas kesehatan penanggulangan Covid-19.


Photo Credit: Salah satu proyek PT Waskita Karya (Persero) Tbk. FILE/DOK

Yuan Adriles

close