Kejar Pemerataan BBM Satu Harga BPH Migas Lakukan Sosialisasi Sub Penyalur Di Tual

"Pertamini memang membantu sekali untuk masyarakat yang butuh BBM dalam kondisi tertentu, tetapi ini ilegal. Salah satu upaya dari BPH Migas ini melalui konsep sub-penyalur"

Kejar Pemerataan BBM Satu Harga BPH Migas Lakukan Sosialisasi Sub Penyalur Di Tual

Telegraf, Tual – Dalam rangka mempercepat pemerataan Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga di seluruh Indonesia, pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terus lakukan sosialisasi Sub Penyalur ke daerah daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T).

Sub penyalur ini adalah salah satu upaya mengurangi praktik ilegal Pertamini yang banyak bermunculan dan kian masif di masyarakat, khususnya di kota Tual.

“Pertamini memang membantu sekali untuk masyarakat yang butuh BBM dalam kondisi tertentu, tetapi ini ilegal. Salah satu upaya dari BPH Migas ini melalui konsep sub-penyalur,” ungkap Komite BPH Migas M.Lobo Balia dalam sambutanya di Tual, Maluku Tenggara.

Hadir dalam sosialisasi sub penyalur Komite BPH Migas, M Lobo Balia, Wakil Bupati Langgar, Maluku Tenggara Petrus Beruatwarin, Komisi VII Mercy Chriesty Barent, Kepala Depot Pertamina MOR 8 Rudi Mahendra, dan Staf Ahli menteri ESDM Sampek L Purba serta Biro Hukum ESDM Muhidin.

Selain itu juga hadir, Kapolres Maluku Tenggara Indra Fadila, Danramil Maluku Tenggara Ricard Sapury, Kadisperindag Kota Tual Rais serta para tokoh masyarakat, dan masyarakat Kota Tual.

Mercy Chriesty Barent mengatakan di perbatasan seperti tual harga BBM tinggi sudah biasa, beda dengaa di jawa harga naik sedikit saja sudah ribut, diwilayah perbatasan biasa mahal tuturnya.

“Beda dengan org jawa, bbm naik seratus rupiah ribut. Kita di wilayah wilayah perbatasan terbiasa mahal, tetapi hari ini kita harus meletakkan sepiring urusan BBM satu harga dalam serangkaian strategis yg berkaitan dengan percepatan pembangunan.”
kata Mercy.

Ia menambahkan Maluku adalah daerah berbasis Maritim untuk itu dengan adanya sub penyalur tersebut kedepan masyarakat Tual khususnya tidak lagi mengalami kekurangan/kelangkaan BBM, walaupun pada musim tangkap dan telur.

Baca Juga  Gugatan Disebut Prematur, Kuasa Hukum PT DPM Skakmat Pengacara Korlantas Polri

Perlu di ketahui kuota BBM untuk daerah Tual sendiri menurut Kepala Depot Pertamina MOR 8 Rudi Mahendra mengatakan untuk wilayah Maluku total mitra ada diangka 101 sementara diwilayah Maluku Tenggara dan Tual ada 10 agen minyak tanah 2 SPBU ada 6 APMS, ada 1 SPDN yg tdk aktif.

“Mengenai kuoto, wilayah total provinsi Maluku saat ini kuota premium masih normal dan kuota solar sudah over sampai 7 persen,” kata Rudi.

Rudi mengungkapkan sangat mendukung sekali dengan adanya program satu harga. Dalam mencapai BBM berkeadilan pertamina sudah dan terus mengupayakan berbagai cara, untuk BBM sampai tempat tujuan dan tepat sasaran. (Red)


Credit Photo : Komite BPH Migas  M.Lobo Balia  sedang menjawab pertanyaan yang diajukan masyarakat Tual  dalam acara sosialisasi sub penyalur BBM satu harga/istimewa


Share



Komentar Anda