Kehadiran Kampus Asing Wajib Gandeng Kampus Nasional

"Kita siapkan dan itu nanti ada di Puspitek (Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi), untuk fakultasnya belum tahu, tapi yang kita harapkan hanya untuk disiplin ilmu tertentu, yakni sains teknologi, engineering dan matematika, untuk bidang tersebut kita yang masih lemah sehingga kita dorong,"

Kehadiran Kampus Asing Wajib Gandeng Kampus Nasional

Telegraf, Jambi – Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), menyatakan perguruan tinggi dalam negeri agar tidak perlu khawatir kalah bersaing dengan keberadaan perguruan tinggi atau kampus asing yang akan buka di Indonesia.

“Keberadaan perguruan tinggi asing itu nantinya harus ada kerja sama untuk penguatan inovasi perguruan tinggi di dalam negeri, sehingga tidak perlu dikhawatirkan,” kata Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe usai menghadiri rapat senat terbuka dalam rangka Dies Natalis Universitas Jambi ke-55 dan upacara Wisuda ke-81 di Jambi, Sabtu (27/04/18).

Pada tahun 2018 ini kata dia, baru satu perguruan tinggi asing, yakni dari Australia yang akan masuk dan buka di Indonesia dan sudah ada permintaan dari pemerintah Asutralia saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke negeri Kanguru tersebut beberapa waktu lalu.

“Kita siapkan dan itu nanti ada di Puspitek (Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi), untuk fakultasnya belum tahu, tapi yang kita harapkan hanya untuk disiplin ilmu tertentu, yakni sains teknologi, engineering dan matematika, untuk bidang tersebut kita yang masih lemah sehingga kita dorong,” kata Jumain Appe dalam paparannya di hadapan lulusan wisuda Universitas Jambi (Unja) ke-81 itu.

Langkah Kemenristekdikti yang membuka peluang bagi kampus asing beroperasi di dalam negeri sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Langkah ini juga untuk mendorong banyak perguruan tinggi di dalam negeri agar dapat berkolaborasi dengan kampus asing.

Menurut Jumain Appe, keberadaan perguruan tinggi asing di Indonesia tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus ada kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam negeri untuk menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan mampu bersaing.

Baca Juga  Peningkatan SDM Melalui Beasiswa di Belanda

“Kita hubungkan dengan perguruan tinggi dalam negeri, supaya level dari perguruan tinggi kita ini menjadi lebih berwarna, jadi intinya wajib dan harus kolaborasi ya,” kata dia.

Selain itu pihaknya meminta seluruh perguruan tinggi di Indonesia agar terus mengasah daya kreasi dan inovasi mahasiswa sehingga mampu melahirkan produk baru menghadapi era ekonomi digital yang semakin kompetitif.

“Hal tersebut yang sedang kita usahakan, yakni harus melakukan kerjasama penelitian yang levelnya internasional dan masuk jurnal indeks standar internasional, sehingga sumber daya manusia yang dihasilkan dari perguruan tinggi di Indonesia mampu bersaing dalam persaingan global yang semakin ketat ini,” katanya menjelaskan.

Lebih lanjut Jumain Appe menyebutkan pihaknya  mengapresiasi atas capaian dan kinerja yang berhasil dilakukan Universitas Jambi dalam berbagai bidang inovasi selama kurun waktu 2016-2017. (Red)


Photo Credit : Kemenristekdikti himbau agar perguruan tinggi dalam negeri agar tidak perlu khawatir kalah bersaing dengan keberadaan perguruan tinggi atau kampus asing yang akan buka di Indonesia. | File/Dok/Ist. Photo

Share