Kebutuhan Rumah Tinggi, Bank BTN Dorong Relaksasi KPR Subsidi BP2BT

Kebutuhan Rumah Tinggi, Bank BTN Dorong Relaksasi KPR Subsidi BP2BT

“Kami berupaya menghadirkan fasilitas KPR subsidi yang sesuai dengan profil kalangan masyarakat menengah ke bawah sehingga mereka dapat segera menikmati hunian yang nyaman dan aman untuk ditinggali terutama di masa pandemi ini. Sepanjang 2021, kami telah merealisasikan sebanyak 2.250 unit KPR BP2BT,”

Kebutuhan Rumah Tinggi, Bank BTN Dorong Relaksasi KPR Subsidi BP2BT

Telegraf – Beberapa pengamat properti mengatakan bahwa kontribusi sektor properti di 10 tahun terakhir ini paling tinggi. Ini berarti sektor properti walaupun di hadang masa Pandemi Covid-19 tidak terpengaruh justru permintaan semakin tinggi.

Melihat hal tersebut bank Ban Tabungan Negara tidak ambil diam melalui pemenuhan kebutuhan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dapat membantu dalam pemulihan perekonomian. Penyediaan MBR tersebut juga di barengi dengan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Subsidi Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (KPR Subsidi BP2BT) dengan menggelar akad online bersama secara nasional dengan total 600 unit rumah.

“Kami berupaya menghadirkan fasilitas KPR subsidi yang sesuai dengan profil kalangan masyarakat menengah ke bawah sehingga mereka dapat segera menikmati hunian yang nyaman dan aman untuk ditinggali terutama di masa pandemi ini. Sepanjang 2021, kami telah merealisasikan sebanyak 2.250 unit KPR BP2BT,” ungkap Direktur Consumer and Commercial Lending Bank BTN Hirwandi Gafar di sela Akad Bersama KPR BP2BT dengan Skema Fixed Rate di Jakarta, Jumat (29/10).

Lalu dia menjelaskan untuk memacu penyaluran KPR BP2BT, perseroan juga merancang skema baru KPR Subsidi BP2BT yang menawarkan masa fixed rate hingga 10 tahun, berubah dari yang sebelumnya hanya 2 tahun. Dengan skema tersebut, masyarakat kelas menengah ke bawah dapat memiliki rumah dengan nilai cicilan yang lebih murah.

KPR BP2BT BTN merupakan produk pembiayaan pemilikan rumah racikan Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan Bank BTN, yang memberikan bantuan uang muka hingga Rp40 juta. Fasilitas kredit subsidi ini juga memiliki tenor hingga 20 tahun.

Bank BTN juga berinovasi dengan menawarkan skema fixed rate pada fitur Graduated Payment Mortgage (GPM) yang menawarkan keringanan angsuran berjenjang. Ada dua skema yang ditawarkan yaitu keringanan angsuran berjenjang dengan fixed rate 9,5% selama 5 tahun dan fixed rate 10 % selama 10 tahun.

Hirwandi, menutup Fasilitas KPR Subsidi BP2BT ini, bisa dimanfaatkan masyarakat untuk memiliki hunian baik rumah tapak maupun yang dibangun secara swadaya. Batas harga rumah yang bisa menggunakan fasilitas tersebut akan bergantung pada zona lokasi yang ditetapkan Kementerian PUPR.


Photo Credit:  Pekerja proyek perumahan dan properti. FILE/IST. PHOTO

 

Atti K.

close