Kebijakan Baru BI Dongkrak Sektor Industri Properti

"Selain itu ketidakmampuan membayar uang muka memang menjadi hambatan konsumen atau kesulitan yang dihadapi ketika mengambil KPR,"

Kebijakan Baru BI Dongkrak Sektor Industri Properti


Telegraf – Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) telah menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 3,50%. Selain itu, BI juga melonggarkan rasio loan to value/financing to value (LTV/FTV) kredit properti menjadi paling tinggi 100% untuk semua jenis properti.

“Kebijakan baru dari BI diharapkan menggairahkan pertumbuhan ekonomi nasional dan bisa menjadi angin segar untuk mendongkrak pertumbuhan properti yang sedang mengalami stagnasi di tengah pandemi,” kata Country Manager Rumah.com Marine Novita dalam keterangan tertulisnya, (25/02/2021).

Marine menambahkan bahwa kebijakan penurunan BI7DRR dan DP rumah nol rupiah bisa memberikan pengaruh positif terhadap sektor properti khususnya sub-sektor perumahan atau apartemen. Hal ini juga mendongkrak 170 industri terkait.

Menurutnya, yang paling penting diperhatikan dalam pelaksanaan kebijakan ini adalah perbankan harus selalu menjaga prudence, memperhatikan profil risiko debitur, dan kolateral.

Menurut Marine, keluarnya dua kebijakan baru BI tersebut sesuai hasil Consumer Sentiment Study H1 2021 dimana responden menyatakan keinginannnya agar pemerintah mengeluarkan kebijakan di tengah pandemi agar bisa menurunkan angsuran kredit kepemilikan rumah (KPR) dinyatakan oleh 85% responden, sementara 67% responden mengemukakan harapan agar pemerintah bisa menurunkan besaran uang muka.

“Selain itu ketidakmampuan membayar uang muka memang menjadi hambatan konsumen atau kesulitan yang dihadapi ketika mengambil KPR,” ungkapnya.

Membayar uang muka KPR memang menjadi masalah tersendiri bagi sebagian konsumen, oleh karena itu berbagai strategi dilakukan untuk mempersiapkan uang muka pembelian properti. Sebagaimana hasil survei Consumer Sentiment Study H1 2021, mayoritas atau sekitar 59% responden menyatakan mereka mulai menabung sebelum mencari rumah.

Sedangkan 25% responden menyatakan mulai menabung setelah memperkirakan biaya untuk membeli rumah. Sementara 11% responden mulai menabung setelah memutuskan properti yang akan dibeli dan 5% responden meminta dana dari orangtua maupun keluarga untuk membayar uang muka.

Marine menjelaskan bahwa penurunan BI7DRR menjadi 3,75% pada Q4 2020 lalu telah mendorong turunnya suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). Secara kuartalan, masing-masing suku bunga kredit mengalami penurunan sebesar tiga dan dua bps, menjadi masing-masing 8,32%.

“Penurunan suku bunga KPR dan KPA memang belum sebesar penurunan BI7DRR. Meski demikian, kita sudah melihat upaya bank yang menurunkan suku bunga KPR sebesar 15 bps pada Juli hingga Oktober, dimana pada saat itu BI7DRR stagnan di 4%. Kita berharap bank terus melakukan penyesuaian suku bunga KPR dan KPA apalagi dengan adanya penurunan BI7DRR menjadi 3,5% dan kebijakan DP Rumah Nol Persen,” ujarnya.

Portal properti Rumah.com ditunjuk sebagai penyedia teknologi untuk pameran properti virtual bertajuk Anniversary BTN Solusi Properti Expo.

Dalam program Anniversary BTN Solusi Properti Expo yang akan berlangsung pada 27 Februari hingga 31 Maret 2021 mendatang, Bank BTN menawarkan suku bunga rendah sebesar 4,71% menyusul pengumuman penurunan suku bunga acuan BI menuju rekor terendah.


Photo Credit: Pekerja proyek perumahan dan properti. FILE/IST. PHOTO

 

close