Kasus Sanken, IPW Meminta Polda Metro Jaya Bekerjasama Dengan Patroli Siber

"Dalam kasus ini ada dua pihak yang dirugikan, Sanken dan masyarakat yang menjadi korban penipuan. Sebaiknya, selain Sanken, para korban juga melaporkan kasus ini ke polisi "

Kasus Sanken, IPW Meminta Polda Metro Jaya Bekerjasama Dengan Patroli Siber

Telegraf, Jakarta – Kejahatan di dunia maya sering kali terjadi, kejahatan ini sangat merugikan berbagai pihak, seperti kasus yang mencatut nama PT Istana Argo Kencana (Sanken) yang akhir akhir ini terjadi.

“Dalam kasus ini ada dua pihak yang dirugikan, Sanken dan masyarakat yang menjadi korban penipuan. Sebaiknya, selain Sanken, para korban juga melaporkan kasus ini ke polisi,” Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta Pane mengungkapkan dalambpres rilis yang di terima tim redaksi telegraf, Selasa (20/8).

Neta Pane meminta Polda Metro Jaya bekerja cepat mengungkap dan menangkap pelakunya, mengingat hingga saat ini kejahatan yang mengatasnamakan Sanken sudah memakan sejumlah korban di masyarakat dan kedepan agar tidak semakin banyak korban lagi.

Sebulan lebih berlalu, Sanken sudah melaporkan kasus ini kepada Polda Metro Jaya. Laporan ini bukannya membuat pelaku menghentikan kejahatannya, malah terus menjaring korban dengan berganti-ganti domain dengan tetap menyelipkan nama Sanken.

Launching Patroli Siber

Neta Pane juga mengatakan Polda Metro Jaya bisa meminta bekerjasama Direktorat Cyber Crime Mabes Polri yang belum lama ini melaunching Patroli Siber untuk mempercepat penangkapan pelaku kejahatan tersebut.

“Dalam mengungkap kasus ini Polda Metro Jaya bisa meminta bantuan Direktorat Cyber Crime Mabes Polri yang belum lama ini melaunching Patroli Siber. Dari kasus ini kecanggihan Patroli Siber diuji mampu tidak kepolisian mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku kejahatan cyber ini,” tuturnya.

Sementara itu Teddy Tjan, Direktur Pemasaran PT Istana Argo Kencana (Sanken), mengaku modus penipuan baru yang membawa nama Sanken itu sudah merusak nama baik Sanken yang selama ini selalu dijaga. Penipuan ini mencoba mengincar kelemahan konsumen yang menjadi pelanggan setia Sanken. Pelaku penipuan memanfaatkan belanja promo yang tengah tren di toko online.

“Masyarakat jangan langsung percaya jika ada penawaran yang di luar logika. Ada baiknya memastikan di web resmi Sanken di www.sanken.co.id,” tegas Teddy.

Teddy menambahkan pelaku kejahatan ini kerap berganti-ganti web dengan housting di berbeda-beda, namun tetap dengan menyelipkan nama Sanken di web tersebut, seperti mysanken.com, sankenid.com, sankenku.com, dan banyak lagi. (Red)


Credit photo: ilustrasi/istimewa


Bagikan Artikel



Komentar Anda