Kapolri: Islam Yang Terbaik di Dunia Dan Damai, Itu Adalah Islam di Indonesia

Kapolri: Islam Yang Terbaik di Dunia Dan Damai, Itu Adalah Islam di Indonesia

"Semua berhasil diatasi berkat kerja sama TNI-Polri, kaum nasionalis dan Islam moderat, dan juga semua pihak. Sekarang kita menghadapi demokrasi liberal. Bagus di satu sisi, karena memberikan ruang keseimbangan, antara pemerintah yang berkuasa sekaligus rakyat yang memiliki hak penuh atas pemerintah,"

Kapolri: Islam Yang Terbaik di Dunia Dan Damai, Itu Adalah Islam di Indonesia


Telegraf, Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, selama 71 tahun Indonesia merdeka, banyak yang ingin menggoyang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Meskipun diterjang dengan sejumlah tantangan, kata Kapolri, Indonesia nyatanya tetap bersatu dengan seluruh elemen yang bekerja sama.

“Semua berhasil diatasi berkat kerja sama TNI-Polri, kaum nasionalis dan Islam moderat, dan juga semua pihak. Sekarang kita menghadapi demokrasi liberal. Bagus di satu sisi, karena memberikan ruang keseimbangan, antara pemerintah yang berkuasa sekaligus rakyat yang memiliki hak penuh atas pemerintah,” kata Tito di hadapan ratusan warga Nahdlatul Ulama (NU), di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, Minggu (27/11/2016) pagi.

Menurutnya, sistem demokrasi yang dianut Indonesia baik, sekaligus berbahaya lantaran bisa terlalu bebas.

Dalam acara silaturahmi sekaligus sarapan pagi bersama itu, Tito juga menyinggung perbedaan penyebaran Islam di Indonesia dengan negara Timur Tengah.

“Hanya yang berbeda dengan paham asli Indonesia adalah Islam yang diperkenalkan wali melalui cara-cara yang lembut, damai. Berbeda dengan yang di Timur Tengah, harus lewat perang, itu kelebihan Islam di Indonesia,” tuturnya.

Wujud nyata yang berperan dalam penyebaran kedamaian itu, kata Tito, salah satunya adalah lewat ulama NU, Muhammadiyah, dan lain-lain.

“Islam dianggap yang terbaik di dunia yang damai, itu Islam di Indonesia. Negara Islam di Timur Tengah harusnya belajar ke Indonesia. Kok, bisa bersatu dengan berbagai macam latar belakang suku dan agama?” imbuh Tito. (Red)

Foto : Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media di Gedung PBNU, Jakarta. |  BN/JUNAIDI MAHBUB


KBI Telegraf

close