Kapolri: Investigasi Kebakaran Pasar Senen Akan Dimulai Jumat Ini

"Baru besok kita memulai investigasinya oleh Labfor. Sekarang sudah dipasang police line,"

Kapolri: Investigasi Kebakaran Pasar Senen Akan Dimulai Jumat Ini


Telegraf, Jakarta – Kapolri Jemderal Polisi Tito Karnavian mengatakan, pihaknya akan memulai investigasi kasus kebakaran Pasar Senen mulai Jumat (20/1) besok.

“Baru besok kita memulai investigasinya oleh Labfor. Sekarang sudah dipasang police line,” kata Tito usai pertemuan dengan Mensesneg Pratikno di Gedung Utama Setneg Jakarta, Kamis.

Ia menyebutkan pada Kamis ini proses yang dilakukan adalah evakuasi dan mitigasi.

“Selesai itu baru investigasi. Investigasi setelah selesai semua, semua titik api sudah dinyatakan padam,” kata mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Ia menjelaskan penanganan kasus kebakaran Pasar Senen mengikuti prosedur yang selama ini berlaku di kepolisian. “Nanti akan diperiksa oleh Laboratorium Forensik Polri,” katanya.

Ia menyebutkan polisi akan mencari titik di mana awal mulanya muncul api.

“Nanti juga ada uji karbon, untuk mengetahui apakah ada bekas-bekas minyak atau tidak,” katanya.

Pihaknya juga akan mencari tahu apakah ada korsleting listrik atau tidak. “Itu akan kelihatan dari uji yang dilakukan teman-teman di Labfor,” kata Tito.

Sementara itu mengenai bendera Merah Putih sebagai lambang negara, Tito mengatakan di bendera Merah Putih memang tidak boleh ada coretan dan lainnya.

Ia menyebutkan terhadap adanya bendera yang ada tulisannya, Tito mengatakan pihaknya sedang menangani masalah itu.

“Sekarang kita mencari dulu siapa yang membawa itu, setelah itu kita akan dengar keterangannya kemudian maksudnya untuk apa,” katanya.

Menurut dia, kalau memang ada pelanggaran pidana pihaknya akan memproses, kalau tidak ada pelanggaran tidak diproses.

Ia menjelaskan pihaknya akan lidik masalah itu. “Lidik itu kita panggil untuk dimintai keterangannya. Lidik itu kegiatan sebelum penyidikan, kecuali kasus pembunuhan, itu tidak lidik dulu tapi langsung penyidikan,” katanya. (Red)

Photo credit : Ist. Photo


KBI Telegraf

close