Kanker Payudara Tidak Hanya Menimpa Perempuan, Priapun Bisa

Oleh : Atti K.
Photo Credit : Cara mencegah kanker payudara adalah dengan olahraga, menjaga berat badan ideal, terapkan pola makan sehat, melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), dan sebagainya. FILE/IST. Photo

Telegraf – Walta Gautama Dokter sepesialis bedah dan sekaligus Ketua Peraboi (Persatuan dokter spesialis bedah onkologi Indonesia) mengatakan kasus kanker payudara pada pria hanya 1 persen.

Hal tersebut diungkapkan pada konfrensi pers terkait “Pentingya Deteksi Dini Kanker Payudara melalui penetrasi SADARI dan SADANIS”, di Jakarta Kamis (06/10).

“Ciri laki laki terkena kanker payudara adalah ada benjolan di bawah puting, karena seharusnya kelenjar payudara pada laki laki tidak berkambang dan kelenjar itu adanya di bawah puting,” tuturnya.

Ia menghimbau deteksi sedini mungkin dengan SADARI (Periksa Payudara Sendiri), dengan melakukan perabaan yang dilakukan dengan cara:

• Gerakan memutar dengan tekanan lembut tetapi mantap, dimulai dari atas (posisi jam 12) dengan mengikuti arah jarum jam, bergerak ke tengah ke arah puting susu.
• Gerakan dari atas ke bawah dan sebaliknya.
• Gerakan dari bagian luar payudara ke arah puting susu
• Kemudian lakukan perabaan dengan gerakan yang sama pada payudara kanan Anda dengan menggunakan jari-jari dari tangan kiri.

Diketahui berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), kanker payudara merupakan kanker yang paling umum terjadi di dunia per tahun 2021, dengan rasio kasus baru mencapai 12% dalam satu tahun.

Di Indonesia sendiri, jumlah pasien dan kasus meninggal pada kanker payudara merupakan yang paling banyak dibanding jenis kanker yang lain, disebabkan sekitar 70% diantaranya adalah kasus yang ditemukan dalam stadium lanjut.

Baca Juga :   Tempo Scan Hadirkan Susu Pertumbuhan dengan Kandungan FOS Inulin

Meminimalisir kasus kasus diatas Charm bersama YKPI dan Kemenkes dan meluncurkan slogan ‘Ayo SADARI Setelah Menstruasi’ demi mempenetrasikan literasi akan pentingnya gerakan ‘Periksa Payudara Sendiri’ (SADARI) untuk mendukung deteksi dini resiko kanker payudara.

Yang bertujuan untuk tidak hanya memberikan literasi kepada para wanita dan pria terhadap pentingnya deteksi dini kanker payudara.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan, Eva
Susanti mengungkapkan kanker payudara merupakan jenis kanker terbanyak di Dunia termasuk di Indonesia. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, diperlukan dukungan semua pihak termasuk oleh Perusahaan, Lembaga Swadaya Masyarakat, akademisi, dan organisasi profesi lainnya.

“Kami berharap PT Uni-Charm Indonesia Tbk dapat bergandengan tangan seterusnya dengan Pemerintah untuk mensosialisasikan gerakan SADARI,” kata Eva.

Di kesempatan yang sama Yuji Ishii selaku Presiden Direktur PT Uni-Charm Indonesia Tbk menjelaskan kanker payudara merupakan masalah kesehatan yang serius baik di seluruh dunia dan di Indonesia, sehingga kami merasa perlu dilakukan upaya dengan segera bersama organisasi non pemerintah dan Kementerian.

“Penanganan yang harus dilakukan adalah meminimalisir resiko terjadinya kanker payudara dengan melakukan deteksi dini, dan hal ini perlu disebarluaskan kepada para konsumen khususnya wanita. Karena itu, sebagai brand kategori pembalut wanita yang mendapat dukungan No.1 di Indonesia, Charm bertekad untuk dapat berkontribusi pada gerakan deteksi dini kanker payudara,” tutur Yuji.

Lainnya Dari Telegraf


 

Copyright © 2024 Telegraf. KBI Media. All Rights Reserved. Telegraf may receive compensation for some links to products and services on this website. Offers may be subject to change without notice. 

Telenetwork

Kawat Berita Indonesia

close