Kampus Adalah Bagian Dari Arah Penentu Republik Ini

Kampus Adalah Bagian Dari Arah Penentu Republik Ini

Kampus Adalah Bagian Dari Arah Penentu Republik Ini

Mahasiswa sebagai salah satu kekuatan elemen demokrasi. | Ilustrasi Ist


Telegraf – Aceh : Perguruan tinggi di Indonesia diminta harus berani mengambil peran lebih banyak dalam kehidupan berbangsa dan berkonstitusi. Sejarah sudah mencatat besarnya pengaruh kampus bagi perjalanan negara ini.

“Ayo kampus, jangan diam saja. Kampus mempunyai pendekar-pendekar sakti karena memiliki ‘pedang’, punya keahlian, punya keilmuan,” kata Ketua Majelis Permusyawarahan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan, Selasa (6/9/2016).

Zulkifli menyerukan ajakan itu saat berpidato dalam acara Dies Natalis ke-55 Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam. Pidato itu dia beri judul “Peran Perguruan Tinggi dalam Menentukan Masa Depan Bangsa”.

Menurut Zulkifli, pendapat yang meluncur dari civitas akademika perguruan tinggi biasanya memiliki pengaruh lebih tinggi ketimbang ucapan politisi.

“Kalau guru besar yang bicara, masyarakat akan percaya. Kalau politisi yang berbicara (malah) bisa dicurigai,” ujar Zulkifli.

Lalu, lanjut Zulkifli, sejarah mencatat bahwa perubahan dalam sistem pemerintahan banyak bermula  dari lingkungan kampus. Sebagai contoh, sebut dia, adalah pergerakan mahasiswa yang terjadi pada 1908, 1928, 1945, 1980-an, dan era reformasi.

Pengaruh dari gerakan yang berawal dari kampus-kampus tersebut pun terbukti cukup besar.

“Arah republik ini yang menentukan adalah kampus,” tegas Zulkifli.

Karena itu, harap Zulkifli, perguruan tinggi tak sungkan mengungkapkan aspirasi tentang haluan negara kepada MPR. Hal ini penting, kata dia, agar garis haluan perjuangan dalam mewujudkan cita-cita pendiri bangsa tetap jelas.

“Haluan negara ini harus bersifat ideologis dan filosofis yang diwarnai Pancasila dan konstitusi,” sebut Zulkifli.

Lagi pula, kata Zulkifli, perguruan tinggi adalah mitra pemerintah yang punya peran mencetak sumber daya manusia kompetitif. Dia berpesan, riset juga harus terus dikembangkan sampaii menjadi rujukan masyarakat.

“Kampus wajib jadi sumber kreativitas,” tegas Zulkifli.  (Ist)

KBI Telegraf

close