Jurus Jitu Mentan Tanggulangi Fenomena LaNina

“Rapat gabungan ini dilaksanakan mengkoordinir percepatan serappan gabah hasil panen dan percepatan peningkatan luas tambah padi tahun 2017. Dimana ini adalah tindak lanjut arahan presiden, dimana pemerintah harus turun tangan untuk mengendalikan harga gabah yang saat ini produksinya melimpah dan harga akan mengalami penurunan pada musim panen raya, dan musim penghujan di tahun 2017 ini”

Jurus Jitu Mentan Tanggulangi Fenomena LaNina


Telegraf, Jakarta – Panen raya diperkirakan akan mundur yaitu awal maret mendatang, dikarenakan tahun ini bebarengan dengan munculnya fenomena lanina, panen raya yang dikhawatirkan akan mempengaruhi kwalitas gabah, untuk mengantisipasi hal tersebut Kementrian Pertanian mengadakan gelar rapat gabungan percepatan serap gabah dan pengamanan harga 2017.

Rapat gabungan tersebut dilakukan menindak lanjuti arahan Presiden Joko Widodo agar harga gabah saat panen raya tidak mengalami penurunan yang cukup signifikan, dan menjaga harga agar tetap setabil, tak hanya itu saja rapat gabungan tersebut juga koordinasi dengan mitra kerja dalam upaya percepatan penigkatan produksi dan ekspor.

Hal itu di ungkapkan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman usai melakukan rapat koordinasi di kantornya, Ragunan Jakarta Selatan, Kamis (23/2/17).

“Rapat gabungan ini dilaksanakan mengkoordinir percepatan serappan gabah hasil panen dan percepatan peningkatan luas tambah padi tahun 2017. Dimana ini adalah tindak lanjut arahan presiden, dimana pemerintah harus turun tangan untuk mengendalikan harga gabah yang saat ini produksinya melimpah dan harga akan mengalami penurunan pada musim panen raya, dan musim penghujan di tahun 2017 ini,” tuturnya.

Menindaklanjuti arahan presiden Kementrian Pertanian akan menandatangani Peraturan Menteri Pertanian mengenai harga Gabah Kering Panen (GKP) dengan kadar air 20-25%, dengan harga Rp3700/kilogaram.

“Didalam pertan itu yang akan kita atur adalah kadar air sekitar 20-25% dan harga Rp3700”, Amran menerangkan. Lebih lanjut Amran menyebutkan target untuk 6 bulan mendatang dapat menyerap 4 juta ton beras setara dengan 6,2 juta ton Gabah Kering Panen (GKP), dengan target tersebut Amran menegaskan akan mengoptimalkan kerjasama dengan 187.000 unit pengilingan, dan dryer beserta BULOG. Untuk dryer yang biasanya bekerja 12 jam ini akan kami pekerjakan 24 jam dengan 3 x shiff.

Baca Juga :   Pandemi Covid-19 Tak Halangi Pertumbuhan Kredit dan Laba BTN Pada Kuartal II 2021

Amran menambahkan pengalaman tahun tahun lalu ini merupakan pelajaran bagi kita semua terutama kementrian pertanian dan jajarannya, untuk itu kementan tidak ingin melakukan hal yang sama dengan tahun tahun lalu dimana bulan Desember, Januari, dan Februari itu biasanya bulan bulan pacekli. Untuk tahun ini Amran menngatakan merubah metode tanam dan strategi tanam, dengan harapan panen akan sesuai target. (Red)

Foto Credit : Atti Kurnia


 

Atti Kurnia

close