Jurus Fachri Hamzah Serang Balik Nazaruddin

Jurus Fachri Hamzah Serang Balik Nazaruddin

"Kalau pansus angket berlanjut dan dia diinvestigasi, tentu akar persoalan bisa ditemukan. Sekarang dia mau coba lawan saya. Saya juga tahu dia mau dibebaskan. Dugaan saya karena dia di Sukamiskin tidak jalani proses pemasyarakatan. Dia tidak interaksi dengan siapapun, punya bodyguard dan hanya mau berhubungan kalau yang datang dari KPK,"

Jurus Fachri Hamzah Serang Balik Nazaruddin


Telegraf, Jakarta – Wakil Ketua DPR Fachri Hamzah disebut oleh Muhammad Nazaruddin terlibat kasus korupsi dan akan dibeberkan ke publik soal keterlibatannya. Seolah tak terima, Fachri langsung menyerang balik Nazaruddin dengan berbagai jurus yang ia miliki.

Fachri menilai, upaya-upaya tersebut yang digunakan untuk menyeretnya ke dalam kasus korupsi sudah dimulai sejak tahun 2007. Ia mengatakan, Nazaruddin sejak menjadi buronan pada tahun 2010 sudah mulai bernyanyi menyebut nama-nama para pejabat di negeri ini.

Saat itu, katanya, dengan nyanyian Nazaruddin tersebut yang paling dirugikan adalah partai dari pemerintah yang sedang berkuasa. Hal tersebut mengakibatkan hilangnya hingga di atas 80 kursi dari partai itu.

Sejak ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), katanya, Nazaruddin semakin aktif menyebut nama-nama pejabat itu, termasuk orang-orang di DPR. Bahkan ia melihat, modus penyebutan nama itu dalam rangka menggalang satu desain untuk membungkam dan menakuti yang dikendalikan oleh persekongkolan Nazaruddin dan KPK sendiri.

“Waktu itu, Pak Busro Muqodas mengatakan, KPK sedang mempelajari pohon proyek Nazaruddin dan sudah ketemu 40 kasus,” kata Fachri di Gedung DPR, Selasa (20/02/2018).

Ia mengatakan, Nazaruddin melakukan bisnis besar dengan jabatannya sebagai bendahara. Mulai dari bendahara Komisi III DPR RI hingga saat menjadi bendahara umum di partainya, yakni Partai Demokrat.

Bisnis besar korupsi tersebut, katanya, menghasilkan 162 pohon dan cabang ranting kasus korupsi yang dilakukannya. Sayangnya, Nazaruddin justru hanya divonis satu perkara saja, yakni soal korupsi Wisma Atlet.

“Sehingga pohon raksasanya tidak tersentuh. Bagaimana ada orang yang besar pengaruhnya waktu itu tapi dia hanya didelik dan divonis satu perkara saja?” tanyanya.

Fachri juga mengatakan, kasus Hambalang sedianya yang menjadi otaknya adalah Nazaruddin, tetapi ia malah tak terkena kasus tersebut. Termasuk dalam kasus E-KTP, disebutkan Nazaruddin ada tiga master main yang termasuk dirinya, tetapi juga ia tidak kena.

Empat kasus rumah sakit (RS) seperti RS Sampit, RS Solo, RS Pendidikan Universitas Udayana, dan RS Inspeksi di Surabaya juga Nazaruddin lolos dari kasus itu dan yang terkena malah para anak buahnya. Begitu juga kasus PLTS di Sumatera Selatan yang membuat istrinya tersangka, tetapi ia tetap lolos di kasus tersebut.

Grand korupsi Nazaruddin ini, katanya, sudah menjadi lampiran resmi panitia angket KPK. Di dalamnya ada banyak gambaran yang bisa transparan. Ia pun mempertanyakan, bagaimana Nazaruddin sebagai pejabat partai politik secara aktif menggunakan jabatannya dalam partai untuk berbisnis?

“Kalau pansus angket berlanjut dan dia diinvestigasi, tentu akar persoalan bisa ditemukan. Sekarang dia mau coba lawan saya. Saya juga tahu dia mau dibebaskan. Dugaan saya karena dia di Sukamiskin tidak jalani proses pemasyarakatan. Dia tidak interaksi dengan siapapun, punya bodyguard dan hanya mau berhubungan kalau yang datang dari KPK,” ungkapnya.

Kendati demikian, diakuinya Nazaruddin membantu mengklarifikasi namanya ketika jelang pemilu 2014 disebut-sebut tersangkut korupsi. Menurutnya, memang ada dua orang penyidik KPK yang keduanya berinisial SAL yang ingin memasukkan namanya ke dalam persidangan.

Ia menuding Nazaruddin mencoba segala cara untuk menyembunyikan persekongkolan tersebut. Termasuk tidak mau memproses kasus-kasus lainnya yang menyangkut Nazaruddin.

“KPK bisa membuat surat bahwa Nazar tidak punya perkara. Bayangkan 162 kasus ini mau ke mana? Hampir asimilasi. Saya dengar terakhir orang KPK datang asimiliasinya ditunda. Dia marah. Saya tahu ada permainan-permainan yang belum dibuka semuanya. Ini adalah skandal pemberantasan korupsi,” tegasnya.

Oleh karena itu menurutnya, kasus-kasus yang ditangani KPK sebenarnya berasal dari nyanyian Nazaruddin dan aksi-aksi Operasi Tangkap Tangan (OTT). KPK, katanya, tidak mendengar audit dan malah memelihara Nazaruddin untuk bekerja. (Red)


Photo Credit : Wakil Ketua DPR Fachri Hamzah klarifikasi soal ketarangan Muhammad Nazaruddin yang mengatakan ia terlibat dalam kasus korupsi dan akan dibeberkan ke publik soal keterlibatannya. File/Sopian

KBI Telegraf

close