Jumlah Tewas Banjir Bandang Garut Capai 23 Orang dan 433 Jiwa di Ungsikan

Jumlah Tewas Banjir Bandang Garut Capai 23 Orang dan 433 Jiwa di Ungsikan

"Lalu, dana siap pakai dari Pemerintah untuk mendukung operasional tanggap darurat sebesar Rp400 Juta,"

Jumlah Tewas Banjir Bandang Garut Capai 23 Orang dan 433 Jiwa di Ungsikan


Telegraf, Garut – Estimasi jumlah korban yang meninggal akibat banjir bandang di Kabupaten Garut terus bertambah. Berdasarkan data terkini dari tadi malam (21/9), jumlah korban meninggal sebanyak 23 orang, dan 18 orang korban lainnya masih dalam proses pencarian.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah Garut, bahwa saat ini, jumlah pengungsi mencapai 433 jiwa. Mereka ditempatkan di pos-pos pengungsian Markas Komando Resort Militer 062 Tarumanegara, Garut.

“Pengungsi ditempatkan di aula Korem dalam keadaan baik dan tercukupi kebutuhannya. Ketersediaan makanan, air bersih cukup. Plus bantuan dari masyarakat,” ungkap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei di Pos Komando (Posko) Bencana Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor, Garut, Selasa malam (21/09).

Willem menambahkan, selain di Makorem, Bupati Garut Rudi Gunawan juga menyiapkan rumah susun dengan kapasitas 100 orang bagi para pengungsi.

Hingga kini, tim gabungan terus melakukan pencarian korban banjir tersebut. Tim yang dikerahkan melibatkan Badan SAR Nasional, LPBI NU, TNI, Polri, PMI hingga relawan, dan masyarakat.

Lanjut Willem, bahwa kondisi dilapangan menunjukkan adanya partisipasi dari masyarakat sangat baik. Jumlah relawan yang tercatat sebanyak 360 orang dari 16 lembaga.

“Posko juga masih melakukan pendataan kerusakan dan kerugian di lokasi bencana,” Ucapnya.

BNPB juga telah mengirim bantuan logistik senilai Rp 2 miliar untuk BPBD Garut dan BPBD Provinsi Jawa Barat. Sementara NU lewat LPBI nya menurunkan tim darurat reaksi cepat tanggap bencana. Bantuan tersebut berupa makanan siap saji, tenaga relawan, selimut, tikar, tenda, pakaian sekolah, kidsware dan lainnya.

“Lalu, dana siap pakai dari Pemerintah untuk mendukung operasional tanggap darurat sebesar Rp400 Juta,” imbuh Willem.

BNPB kini masih melakukan kaji cepat dampak kerusakan bencana. BNPB melakukan pemetaan dengan menerbangkan drone dan memanfaatkan citra satelit Lapan, BIG dan BPPT. Willem pun telah melaporkan jumlah yang meninggal dan penanganan bencana tersebut kepada Presiden Joko Widodo, dan hari ini juga menteri sosial melakukan kunjungan kepada korban langsung. (Red)


Photo Credit : Data terkini BPBD Garut, korban meninggal berjumlah sekitar 23 orang, dan 18 orang masih dalam pencarian. TELEGRAF

KBI Telegraf

close