Jokowi Masih Pertimbangkan Penundaan Pilkada Serentak

“Intinya pemerintah tidak ingin kemudian terjadi outbreak, terjadi satu klaster baru, dan peningkatan angka positif harian yang akibat pilkada serentak. Jadi semua masih dipertimbangkan, dan saya kira dalam waktu dekat, pasti akan ada keputusan,"

Jokowi Masih Pertimbangkan Penundaan Pilkada Serentak

Telegraf – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian mengungkapkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih mempertimbangkan penundaan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang rencananya akan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang. Saat ini Jokowi dikabarkan masih menampung semua masukan dari berbagai pihak.

“Saya kira semua masukan dari berbagai pihak baik itu dari Komnas HAM, dari organisasi kemasyarakatan seperti PBNU, dari tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh nasional, saya kira semua akan menjadi bahan pertimbangan,” kata Donny, Senin (21/09/2020).

Dijelaskannya, KPU sudah memiliki sejumlah skenario, di antaranya pelaksanaan pilkada dilaksanakan tahun ini, kemudian di tahun depan.

“Atau terburuk di tahun 2021 kalau memang pandeminya belum berakhir,” ujar Donny.

Karena masih dalam pembahasan dan menampung semua masukan dari berbagai pihak, Donny meminta semua pihak menunggu hasil pembahasan.

“Intinya pemerintah tidak ingin kemudian terjadi outbreak, terjadi satu klaster baru, dan peningkatan angka positif harian yang akibat pilkada serentak. Jadi semua masih dipertimbangkan, dan saya kira dalam waktu dekat, pasti akan ada keputusan,” jelasnya.

“Saya kira semua masukan kan sudah masuk, sudah diterima, kan kita tinggal berapa bulan lagi Desember, jadi saya dalam waktu dekat akan diputuskan supaya kalau batal ya tentu saja, pihak-pihak yang terlibat mendapatkan informasi dari awal,” terangnya.

Karena belum ada keputusan apakah Pilkada 2020 ditunda atau tetap dilaksanakan, maka penerbitan Peraturan Pengganti Perundang-Undangan (Perppu) Penyempurnaan Pilkada juga masih dalam pertimbangan diperlukan atau tidak. “Itu juga masih dalam pertimbangan, artinya, apakah diperlukan atau tidak,” tandasnya.


Photo Credit: Presiden Joko Widodo (Jokowi) memakai masker pada saat acara kenegaraan. ANTARA/Sigid Kurniawan

 

A. Chandra S.