Jokowi Berikan Tebusan 11 Juta Untuk Piringan Hitam Metallica Dari KPK

"Kami apresiasi pelaporan gratifikasi yang dilakukan tersebut. Ini adalah contoh positif yang sepatutnya diikuti oleh seluruh pegawai negeri dan penyelenggara negara,"

Jokowi Berikan Tebusan 11 Juta Untuk Piringan Hitam Metallica Dari KPK

Telegraf, Jakarta – Penerimaan gratifikasi yang sebelumnya dilaporkan oleh Jokowi berupa Deluxe Box Set berjudul ‘Master of Puppets’ akhirnya ditebus.

Diketahui, benda tersebut sempat dinyatakan sebagai milik negara melalui SK no.219 tahun 2018 yang sebelumnya dilaporkan oleh presiden Joko Widodo pada tanggal 31 Januari 2018 lalu.

“Presiden Joko Widodo bersedia mengganti barang tersebut dengan uang. Hal ini sesuai dengan peraturan yang berlaku terkait gratifikasi,”ujar Jubir KPK, Gebri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Selasa (20/02/2018).

KPK pun mengapresiasi langkah presiden Jokowi yang ingin menebus benda pemberian band kesayangannya tersebut dengan sejumlah uang sesuai dengan harga yang telah dihitung sebelumnya.

“Kami apresiasi pelaporan gratifikasi yang dilakukan tersebut. Ini adalah contoh positif yang sepatutnya diikuti oleh seluruh pegawai negeri dan penyelenggara negara,”ujarnya.

Menurut KPK yang menjadi titik pokoknya terletak pada sikap presiden yang konsisten dan penuh kehati-hatian yang tinggi untuk mencegah korupsi mulai dari hal yang kecil.

Adapun harga yang patut ditebus oleh presiden untuk deluxe box set metallica judul master of puppets* senilai Rp 11.079.019.

“Itu telah diterima KPK,” pungkasnya.

Sebagai informasi, terkait peraturan tentang barang gratifikasi terdapat dalam Peraturan KPK Nomor 6 Tahun 2015. Pasal 12 ayat (6) pada aturan itu berbunyi:

“Dalam hal Gratifikasi berbentuk barang, KPK dapat meminta Penerima Gratifikasi untuk menyerahkan uang sebagai kompensasi atas barang yang diterimanya sebesar nilai yang tercantum dalam Surat Keputusan Pimpinan dengan tata cara penyerahan sebagaimana diatur pada ayat (5) huruf a”.

Pasal 12 ayat (7) berbunyi: “Penerima Gratifikasi dapat menolak permintaan KPK sebagaimana dimaksud pada ayat (6)”. (Red)


Photo Credit : Perdana Menteri Denmark Lars Lokke Rasmussen (kanan) memberi Presiden Joko Widodo cendera mata berupa piringan hitam band Metallica usai pernyataan bersama kedua negara dalam kunjungan kerja perdana menteri Denmark di Istana Bogor, Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/11). Antara/Rosa Panggabean

Tanggapi Artikel