JobSmart Luncurkan Aplikasi Android Guna Bantu HRD Lakukan Rekruitment

JobSmart Luncurkan Aplikasi Android Guna Bantu HRD Lakukan Rekruitment

"Banyak komentar dari teman-teman HRD yang mengatakan bahwa aplikasi ini sangat membantu mereka, terutama untuk video interviewnya. Kami melakukan kompresi terhadap semua video yang direkam oleh kandidat, sehingga tidak menghabiskan banyak kuota internet untuk melihatnya."

JobSmart Luncurkan Aplikasi Android Guna Bantu HRD Lakukan Rekruitment


Telegraf, Jakarta – Semenjak beralih dari situs pencarian kerja, JobSmart semakin gencar untuk memposisikan diri sebagai penyedia platform untuk Screening Management System. Salah satu upaya terbaru yang dilakukan adalah dengan meluncurkan aplikasi berbasis Android untuk perusahaan.

Peluncuran aplikasi versi Android ini tidak lepas dari respon terhadap banyaknya permintaan dari perusahaan yang sebelumnya hanya dapat mengakses JobSmart melalui laptop atau komputer saja.

Saat ini sudah tercatat lebih dari 1200 perusahaan yang telah menggunakan layanan JobSmart. Diharapkan dengan adanya aplikasi ini dapat memudahkan HRD membantu mengubah pola kerja HRD menjadi lebih produktif, tampilannya yang sederhana dan mudah digunakan, semakin membuat nyaman untuk screening kandidat dimana pun dan kapan pun.

Fitur yang tersedia tidak jauh berbeda dengan versi web, melalui aplikasi ini, perusahaan tetap dapat screening kandidat secara real-time, melihat laporan kepribadian dan video interview kandidat, serta fitur pencocokan pintarnya.

“Kami sangat terbuka terhadap masukan yang diberikan, sebelum merilis versi final aplikasi untuk perusahaan, mereka sudah melakukan uji coba dengan beberapa perusahaan dan terus melakukan perbaikan berdasarkan masukan dari para pengguna.” Kata Peter Wijaya, Co Founder & JobSmart lewat pers release kepada Telegraf, (17/03/2017).

“Banyak komentar dari teman-teman HRD yang mengatakan bahwa aplikasi ini sangat membantu mereka, terutama untuk video interviewnya. Kami melakukan kompresi terhadap semua video yang direkam oleh kandidat, sehingga tidak menghabiskan banyak kuota internet untuk melihatnya.”

Baca Juga :   Perkuat Literasi Digital, Kominfo Ajak Bijak Gunakan Medsos di Era Digital

Ada beberapa teman yang sambil di perjalanan pulang, mereka menggunakan aplikasi ini untuk melihat video yang masuk dan mereka bisa langsung mengambil keputusan apakah ditolak atau lanjut ke proses berikutnya,” kata Peter. (Red)

Photo credit : Shutterstock


KBI Telegraf

close