Jelang Pemilu, Hubungan Mahathir Mohamad dan Najib Razak Memanas

Jelang Pemilu, Hubungan Mahathir Mohamad dan Najib Razak Memanas

“Saya akan dikenai tuduhan dengan menggunakan undang-undang baru anti-berita palsu. Silahkan saja tuduh saya,”

Jelang Pemilu, Hubungan Mahathir Mohamad dan Najib Razak Memanas


Telegraf, Kuala Lumpur – Melansir dari Channel News Asia,  tokoh oposisi Malaysia, yang juga mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, menantang rezim pemerintahan Najib Razak untuk membahas undang-undang anti-berita palsu (hoax), yang kontroversial dan baru saja di sahkan.

Mahathir mengatakan hal tersebut terkait dengan pernyataan pejabat polisi di Kuala Lumpur, yang akan memeriksanya menggunakan undang-undang itu menyoal klaim sabotase pesawat jet yang ditumpangi oleh Mahathir pada akhir April 2018. Berbagai kalangan menuding undang-undang ini disahkan untuk meredam kritik korupsi terhadap pemerintah terkait skandal 1MDB, yang bernilai miliaran dolar atau puluhan triliun.

“Saya akan dikenai tuduhan dengan menggunakan undang-undang baru anti-berita palsu. Silahkan saja tuduh saya,” kata Mahathir di depan ribuan warga pada saat berkampanye di kawasan pusat pemerintahan Putra Jaya, Kamis, (03/05/18).

“Pada 9 Mei, kita akan menjatuhkan pemerintahan kleptokrat ini yang dipimpin seorang bernama Najib Razak,” imbuh Mahathir.

Pada pekan lalu, Mahathir mengatakan dia menduga pesawat jet yang disewa untuk menuju Langkawi pada hari pendaftaran sebagai calon anggota legislatif telah disabotase. Menjelang lepas landas, pilot mengatakan pesawat itu rusak sehingga tidak bisa terbang, diketahui bahwa  9 Mei 2018 mendatang merupakan waktu pencoblosan.

Pemerintah Malaysia lalu melakukan investigasi dan mengatakan tidak menemukan adanya indikais sabotase. Pemerintah menuding klaim itu sebagai liar dan salah dengan tujuan kepentingan politik.

Inspektur Jenderal Polisi Malaysia, Mohamad Fuzi Harun, mengatakan kepada media polisi akan memintai keterangan Mahathir jika memang diperlukan.

Mahathir dan Najib berkampanye secara intensif untuk memenangkan pemilu. Sebagian survei memprediksi Najib bakal mempertahankan posisinya sebagai PM meski selisih suara akan tipis. Mahathir merupakan kandidat dari koalisi oposisi Pakatan Harapan untuk posisi kursi PM.

Pada kampanye Kamis malam, Najib meminta calon pemilih melupakan semua kebohongan dan fitnah yang diarahkan kepada Partai Umno dan koalisi Barisan Nasional, yang dipimpinnya.

“Kita tidak bisa membangun bangsa dan negara berbasiskan fitnah dan serangan pribadi,” kata Najib. Najib dan Mahathir juga rutin mengunggah pernyataan kampanye di akun Twitternya masing-masing. (Red)


Photo Credit : Tokoh oposisi Malaysia, yang juga mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, menantang rezim pemerintahan Najib Razak untuk membahas undang-undang anti-berita palsu (hoax). | Reuters

KBI Telegraf

close