Jelang Lengser, Obama Ditawari Pekerjaan Oleh Spotify

Jelang Lengser, Obama Ditawari Pekerjaan Oleh Spotify

“Aku masih menunggu bagaimana nanti pekerjaanku di Spotify,”

Jelang Lengser, Obama Ditawari Pekerjaan Oleh Spotify


Telegraf, Washington – Beberapa hitungan waktu lagi, Presiden Amerika Serikat yang ke-44 sebentar lagi bakal resmi lengser, Barack Obama, sempat berkelakar bahwa dirinya ingin bekerja di Spotify pascameninggalkan Gedung Putih. Hal tersebut, belum lama ini ia utarakan.

“Aku masih menunggu bagaimana nanti pekerjaanku di Spotify,” ujar Obama, dengan maksud melontarkan guyonan, beberapa waktu yang lalu. Obama dikabarkan sedang mencari pekerjaan di sejumlah tempat, meski kabar tersebut belum ada kelanjutannya.

Ternyata, ucapan Obama menyoal Spotify ditanggapi secara serius oleh pihak streaming musik tersebut. Sang CEO, Daniel Ek, tanpa ragu mengirimkan cuitan untuk Obama melalui akun Twitter-nya.

“Hai @BarackObama, aku dengar kau tertarik untuk bekerja di Spotify. Apakah kau sudah melihat tautan yang satu ini?” tulis Ek di Twitter, pada 9 Januari 2017 kemarin.



Namun setelah disimak lebih lanjut, ternyata Ek menanggapi pernyataan Obama kemarin dengan gaya yang juga bercanda namun bisa saja menjadi serius. Pihak Spotify membuat sebuah posisi khusus yang hanya bisa ditempati oleh Obama, bernama ‘President of Playlists’.

Pada daftar tersebut, ditulis bahwa kandidat harus memiliki pengalaman kerja selama 8 tahun di kursi kepresidenan atau posisi tertinggi dalam tatanan negara.

Tak hanya sampai di situ, kandidat juga harus mampu membuat playlist atau daftar putar ala pemimpin kelas dunia. Tentu, melihat dari sederet persyaratan lainnya, hanya Obama yang bisa memenuhi kriteria tersebut.

Sampai saat ini, belum ada kabar lebih lanjut tentang kejadian unik tersebut. Terakhir, Obama lagi-lagi kembali bergurau bahwa Spotify harus menerima dirinya karena, “Aku tahu, kalian semua mencintai daftar laguku”. (Red)

Photo credit : Getty Images/Saul Loeb


KBI Telegraf

close