Jaga Stabilitas Elsternal dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi BI Menurunkan GWM 50 bps

"Hal tersebut dilakukan untuk menamnah ketersediaan liquiditas perbankan dalam pembiayaan ekonomi sebesar Rp25 triliun"

Jaga Stabilitas Elsternal dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi BI Menurunkan GWM 50 bps

Telegraf, Jakarta – Bank Indonesia mengumumkan menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) rupiah untuk bank umum konvensional dan bank umum syariah/unit syariah sebesar 50 bps.

Penurunan tersebut masing masing menjadi 6,0, dan 4,5, dengan GWM Rerata masing masing tetap aebesar 30 persen yang berlaku pada 1 Juli 2019 mendatang.

“Hal tersebut dilakukan untuk menambah ketersediaan liquiditas perbankan dalam pembiayaan ekonomi sebesar Rp25 triliun,” hal itu diumumkan oleh Gubernur Bank Indonesia ( BI) Perry Warjiyo, di Kantornya.

Penambahan likuiditas ini diluar operasi moneter yang dilakukan oleh BI. Karena operasi moneter likuiditas yang diterima bank akan berbeda tergantung referensi bank tersebut. Dengan penurunan GWM ini, maka likuiditas akan bisa dirasakan semua bank, namun besar kecilnya likuiditas yang akan diterima itu tergantung dari jumlah dana pihak ketiga ( DPK) bank tersebut.

Perry juga menambahkan, dengan penambahan dana Rp 25 triliun ini, akan membuat perbankan bisa memanfaatkan dan meningkatkan ekspansi bisnisnya seperti penambahan penyaluran kredit sehingga bisa mendorong perekonomian nasional. Diperkirakan, dengan penurunan GWM ini, maka pertumbuhan kredit diperkirakan sekitar 10-12 persen.

Inflasi

Inflasi Mei 2019 yang bersamaan dengan bulan Ramadhan dan IdulFitri masih tetap terkendali.

Seperti Indek Harga Konsumen (IHK) pada mei 2019 meningkat dari 0,44 persen month to month (mtm) atau 2,83 persen year on year (yoy) pada April 2019 menjadi 0,68 persen mtm atau 3,32 persen yoy.

Perkembangan rata rata dilima tahun terakhir pada waktu yang sama dimusiman Ramadhan dan menjelang IdulFitri mencapai 0,77 persen.

Inflasi terjadi pada kelompok volatile food meningkat didorong naiknya harga cabai, daging ayam dan bawang putih. Inflasi administered prices sesuai pola musiman juga meningkat yang bersumber dari tarif angkutan antarkota, tarif angkutan udara, dan tarif kereta api.

Baca Juga  Suport Industri Kreatif, BNI Syariah Ajak Stakekolder Saksikan Film

Sementara itu inflasi inti tetap terkendali meskipun didorong meningkatnya kelompok makanan. Kedepan BI tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah. (Red)


Share



Komentar Anda