Isu Aksi Bela Wasekjen MUI di Pontianak, Kapolda: Tak Perlu

Isu Aksi Bela Wasekjen MUI di Pontianak, Kapolda: Tak Perlu

“Memang ada rencana seperti itu. Tapi kan sebenarnya sudah clear, jadi tidak perlu lah,”

Isu Aksi Bela Wasekjen MUI di Pontianak, Kapolda: Tak Perlu


Telegraf, Pontianak – Buntut dari penolakan Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, Tengku Zulkarnain, selepas Sholat Jumat ini, beredar kabar sejumlah massa akan melakukan aksi bela ulama dengan long march ke Markas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat.

“Memang ada rencana seperti itu. Tapi kan sebenarnya sudah clear, jadi tidak perlu lah,” ujar Kepala Polda Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Musyafak, Jumat 13 Januari 2017.

Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Barat, Komisaris Besar Suhadi SW, menambahkan, polisi mengimbau agar warga sebaiknya tidak melakukan aksi yang disebut membela ulama tersebut. Aksi tersebut, kata Suhadi, dikhawatirkan dapat memicu pihak.

“Kota Pontianak kan majemuk, insiden di Sintang itu sudah diluruskan,” katanya.

Kepolisian menjunjung tinggi hak setiap orang untuk menyampaikan pendapat. Namun, ada rambu-rambu yang harus dipatuhi. Misalnya, jika mengikuti aturan yang berlaku dalam melakukan aksi massa setidaknya harus memberitahukan kepada pihak kepolisian tiga hari sebelumnya. “Kami tidak menerima surat itu hingga saat ini. Kalau mau dialog di Polda, silahkan saja,” ujar Suhadi.

Di media sosial dan grup percakapan tersebar massa akan melakukan long march usai sholat Jumat. Massa menyampaikan beberapa yakni menuntut pihak Kepolisian untuk menangkap pelaku dan provokator penolakan ulama di Bandara Sintang. (Red)

Photo credit : Thetanjungpuratimes/Viky


KBI Telegraf

close