Intip Bagaimana Cara Dubes Tantowi Yahya Mempopulerkan Batik ke Dunia

"Fashion show itu bagus tapi perlu persiapan dan yang lihat terbatas. Tapi kalau terjun langsung ke jalan dan memperagakannya di pusat keramaian, yang lihat jauh lebih banyak dan beragam,"

Intip Bagaimana Cara Dubes Tantowi Yahya Mempopulerkan Batik ke Dunia

Telegraf, Wellington – Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya punya cara unik untuk memopulerkan kreasi budaya Indonesia dengan mengenakan jas bermotif batik di jalanan utama negara tuan rumah.

Tampaknya Tantowi mulai menjiwai tugasnya sebagai seorang duta besar yang luas sekali, sebagai duta politik, duta kerja sama ekonomi, dan tentu saja duta budaya.

Seorang Dubes harus mampu menjadi seorang marketer dan salesman berbagai produk negaranya bahkan jika perlu terjun menjadi “peragawan”. Persis itulah yang dilakukan oleh Tantowi hari Jumat (01/0219) kemarin.

Fashion show itu bagus tapi perlu persiapan dan yang lihat terbatas. Tapi kalau terjun langsung ke jalan dan memperagakannya di pusat keramaian, yang lihat jauh lebih banyak dan beragam,” kata Tantowi dalam keterangan pers KBRI Wellington yang diterima redaksi, Sabtu (02/02/19).

Tantowi melakukan tugasnya sebagai “peragawan” di jalan-jalan utama Wellington dan Napier, juga keluar masuk toko yang dianggapnya sebagai catwalk.

Menurut Tantowi, respons yang didapat cukup membanggakan, terlihat dari masyarakat yang melihat, mengambil photo dan bertanya padanya.

“Batik itu jika ditampilkan secara kekinian, yang tertarik banyak lho,” ungkap Tantowi, yang juga Dubes RI untuk Samoa dan Kerajaan Tonga ini.

Dia menambahkan KBRI Wellington sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan batik di Indonesia untuk memproduksi pakaian dengan motif Maori serta gabungan motif kedua bangsa.

Cara Dubes Tantowi Memopulerkan Batik

“Saya yakin ini akan menarik. Batik kolaborasi ini rencananya akan dipamerkan dan dipragakan dalam bentuk fashion on the street dengan melibatkan peragawan dan peragawati Indonesia dan Maori,” ujarnya.

“Kita akan buktikan batik itu cocok untuk masyarakat Pasifik yang warna kulitnya sama dengan kita, cocok juga orang kulit putih jika dikreasikan dalam bentuk summer jacket dan summer shirt,” ujar Tantowi.

Musim panas memang momen yang tepat untuk memperkenalkan baju batik tipis.

“Motif bunga-bunga, cerah dan terbuat dari bahan katun yang ringan membuat batik cocok sebagai pakaian musim panas. Celah ini yang harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” jelas Tantowi, yang berencana merambah jalan-jalan utama di kota lain di Selandia Baru. (Red)


Photo Credit : Dubes RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya memakai jas bermotif batik berjalan-jalan di Wellington untuk memamerkan kreasi Indonesia, 1 Februari 2019. FILE/Dok/Ist. Photo

Share



Komentar Anda