Inilah Beberapa Tokoh Tersohor Yang Diringkus Polisi Dihari 212

Inilah Beberapa Tokoh Tersohor Yang Diringkus Polisi Dihari 212

Inilah Beberapa Tokoh Tersohor Yang Diringkus Polisi Dihari 212


Telegraf, Jakarta – Sejumlah tokoh ditangkap oleh pihak kepolisian menjelang Aksi Bela Islam III (212) yang berpusat di lapangan Monas, Jakarta, hari ini Jumat (2/12). Mereka yang ditangkap antara lain berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda, termasuk dari kalangan pensiunan militer.

Penangkapan terhadap mereka itu dikarenakan terkait soal pasal makar serta pemufakatan jahat dan juga pelanggaran dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Berikut ini kelima tokoh tersohor tersebut, di antara 10 orang yang diamankan oleh polisi beberapa jam sebelum aksi massa Bela Islam Jilid III (212) itu digelar:

Rachmawati Soekarnoputri

Adik kandung dari Megawati Soekarnoputri ini memiliki nama lengkap Diah Pramana Rachmawati Soekarno ini lahir di Jakarta, pada 27 September 1950. Ia merupakan putri dari presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno.

Rachmawati merupakan politisi Partai Gerakan Indonesia Raya yang juga menjabat Ketua Yayasan Pendidikan Bung Karno. Rahmawati selama ini juga dikenal sebagai salah satu ketua pembina Universitas Bung Karno, Jakarta.

Anak ketiga Presiden pertama Soekarno dan Fatmawati ini pernah mendirikan partai di awal era Refomasi yaitu Partai Pelopor. Namun partai besutan Rachmawati yang mengandalkan konstituennya dari kalangan urban muda marhaenis itu gagal meraup suara yang besar dalam ajang pemilu.

Ratna Sarumpaet

Perempuan kelahiran Tarutung, Tapanuli Utara, 16 Juli 1949, itu adalah seniman Indonesia yang sangat vokal dan banyak berkiprah di dunia panggung teater. Ratna juga dikenal sebagai aktivis organisasi sosial yang mendirikan Ratna Sarumpaet Crisis Centre.

Nama Ratna pernah mencuat saat pementasan monolog Marsinah Menggugat, yang banyak dicekal di beberapa daerah pada era Orde Baru. Bekas Ketua Dewan Kesenian Jakarta itu banyak menorehkan sederet penghargaan baik di bidang seni maupun hak asasi manusia di pentas internasional.

Ratna yang juga tersohor sebagai aktivis pro-demokrasi pernah ditahan di Polda Metro Jaya terkait tuntutan agar Soeharto mundur sebagai Presiden, akhir 1997.

Sri Bintang Pamungkas

Sri Bintang Pamungkas dikenal sebagai seorang aktivis, tokoh pergerakan, politikus, reformis, dan juga orator hebat ketika masa-masa tumbangnya Presiden Soeharto pada 1998. Sebagai aktivis politik, pria kelahiran Tulungagung, 25 Juni 1945, itu pernah menjadi narapidana politik di masa pemerintahan Soeharto.

Sri Bintang yang pernah menjadi politisi PPP pada masa rezim Orba, di awal periode Reformasi mendirikan Partai Uni Demokrasi Indonesia atau disingkat PUDI yang pernah menjadi peserta di pemilihan umum pada tahun 1999.

Kivlan Zein

Dikenal sebagai seorang purnawirawan tokoh militer Indonesia, Kivlan Zein pernah memegang jabatan yang sangat strategis di kemiliteran yaitu Kepala Staf Kostrad (Kas Kostrad) ABRI. Sebelum menjabat posisi penting itu, Kivlan mengemban lebih dari 20 jabatan yang berbeda, yang sebagian besar di posisi komando tempur.

Mayjen TNI (Purn) kelahiran Langsa, Aceh, 24 Desember 1946, itu pada 2016 ini namanya santer terdengar karena menjadi negosiator penting yang berhasil membebaskan 18 WNI dari penyanderaan yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

Pendidikan militer sang jenderal ini dimulai di Akabri Magelang (1971), Advance Georgia USA (1982), Seskoad Bandung (1990), dan Lemhanas Jakarta (2000).

Ahmad Dhani

Dhani Ahmad Prasetyo lebih dikenal dengan Ahmad Dhani. Pria kelahiran Surabaya, 26 Mei 1972, ini merupakan musisi rock dan juga pengusaha.

Pendiri dan pentolan grup musik Dewa 19 yang merupakan salah satu band paling sukses sepanjang dekade 1990-an dan 2000-an itu kerap bersinggungan dengan dunia politik.

Dhani yang dikenal kerap mengeluarkan pernyataan kontroversial dan sering memancing pro dan kontra oleh Majalah Rolling Stone pernah ditempatkan ke dalam daftar “The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa”.

Penyanyi yang memiliki basis massa cukup besar di Indonesia ini pada September lalu resmi menjadi calon wakil bupati Bekasi yang didukung oleh Prabowo Subianto sebagai pendiri Partai Gerindra. (Red)

Foto : Ahmad salah satu daftar orang yang ikut diciduk oleh pihak kepolisian terkait isu pemakaran. | Antara Photo


KBI Telegraf

close