Ini Tiga Pemicu IHSG Kena Trading Halt

Date:



Telegraf, Padang – Bursa Efek Jakarta (BEJ), lakukan trading halt pada perdagangan Kamis (12/3). Trading Halt dilakukan setengah jam sebelum penutupan perdagangan pada pukul 16.00 WIB. Hal ini dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena pasar modal mengalami tekanan yaitu penurunan mencapai 5 persen.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal OJK II Fakhri Hilmi mengatakan, kalau tidak ada trading halt, maka penurunan bisa berlanjut hingga 5 persen keatas. Terkait batasan trading halt ia pun mengatakan hal itu akan menjadi pembahasan.

“Semua bursa termasuk di Asia pasti punya. Semua regulator punya tools masing-masing, soal halting, auto rejection tapi angkanya beda-beda. Intinya bagaimana menekan harga supaya harga tidak turun terlalu jauh,” katanya dalam pelatihan dan gathering wartawan media massa Jakarta di Padang, Sumatera Barat, Kamis (12/3).

Pada peedagangan pukul 15.33 WIB, IHSG terkoreksi melemah 258,36 poin atau 5,01% di 4.895,75. Hal ini dihentikan dengan keputusan OJK di mana, di mana pergerakan turun hingga 5% akan terkena trading halt. Saham-saham pada sektor industri dasar (-8.47%) menjadi penekan disusul oleh sektor pertanian (-5.71%) dan pertambangan (-5.59%) turun signifikan.

Trading halt dilakukan sesuai dengan Perintah Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A Otoritas Jasa Keuangan Nomor: S-274/PM.21/2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perintah Melakukan Trading Halt Perdagangan di Bursa Efek Indonesia Dalam Kondisi Pasar Modal Mengalami Tekanan dan pemenuhan SK Direksi BEI nomor Kep-00366/BEI/05-2012 mengenai Paduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia Dalam Kondisi Darurat.

Baca Juga :   Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Jokowi: Stop Beli Produk Impor

Ia menambahkan ada tiga hal yang menyebabkan IHSG menurun Pertama, adanya penyebaran Covid-19 yang terjadi di seluruh belahan dunia. Kedua, penurunan harga minyak dunia akibat ketidaksepakatan Arab Saudi dan Rusia untuk membatasi produksi minyak, akibatnya suplai minyak dunia berlebih. Ketiga, penurunan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) sebesar 50 basis poin untuk memperkuat ketahanan ekonomi negara tersebut. “Namun ternyata kebijakan itu gagal karena tidak berdampak apa-apa,” kata ia.

Peristiwa penghentian perdagangan oleh BEI bukan kali pertama terjadi. Perdagangan IHSG juga pernah dihentikan pada hari Rabu (8/10) setelah anjlok hingga 10,38% atau 168 poin ke level 1.451,67. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan Black Wednesday. (AK)


Photo Credit : Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal OJK II Fakhri Hilmi usai mengisi pelatihan dan gathering jurnalis media massa Jakarta di Padang, Sumatera Barat, Kamis (12/3)/TELEGRAF


Atti K.

Artikel Lainnya

Lainnya Dari Telegraf
Telegraf

Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Jokowi: Stop Beli Produk Impor

Telegraf - Hingga saat ini, dunia masih menghadapi situasi...

Jokowi Apresiasi Masa Mudik Lebaran 2022

Telegraf - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan apresiasinya kepada...

Tingkatkan Kemampuan Digital, Kominfo dan DPR RI Gelar Webinar

Telegraf - Kementerian Komunikasi dan informatika (Kemenkominfo) bersama Dewan...

Via Medsos, Alumni GMNI Akan Perkuat Narasi Kebangsaan

Telegraf - Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) diminta...