Ini Jurus Bagi UMKM Agar Bertahan Dalam Masa Pandemi

Ini Jurus Bagi UMKM Agar Bertahan Dalam Masa Pandemi

Telegraf, Jakarta – Virus Covid 19 tidak hanya berimbas di Indonesia tetapi seluruh dunia baik pengusahanya, usaha mikro kecil menengah (UMKM) hingga ke dalam keluarga. Untuk bertahan dimasa pandemik seperti ini ada delapan jurus agar bisa tetap bertahan.

Hal itu diungkapkan oleh Sigit Iko Sugondo Praktisi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dalam diskusi Forrum Wartawan Daerah (Forwada) melalui live streeming dengan tema jurus bertahan selama pandemi Covid -19, Selasa (6/5).
Sigit mengungkapkan akibat covit -19 dengan peraturan dari pemerintah terkait Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) berefek pada ekonomi makro dan mikro.

“Efek pandemi ini dikatakan bukan saja satu wilahyah melainkan keseluruh wilayah, selain goncangan ekonomi tetapi juga kesehatan, dan dua duannya akan berdampak pada ekonomi,” ungkapnya.

Lanjutnya untuk terus tetap bisa bertahan dalam hal ini UMKM perlu melakukan langkah langkah antara lain yang pertama adalah kreatifitas dan inovasi dalam hal ini untuk bertahan dalam situasi PSBB ini tidak bisa mengandalkan kebiasaan kebiasan yang lam karena situaai sudah berubah dengan cepat, sementara durasi pandemi covid 19 tidak daoat secara pasti.

“Kita tidak bisa mengendalikan angin tetapi lita bisa mengendalikan perahu yang kita tumpangi, tegasnya.

Langkah ke dua adalah pastikan cashflow tetap terjaga dan sehat, artinya arua kas menjdi unsur paling penting dalm berbisnis sehingga pemilik usaha harus mampu mengelola uang tunai secara optimal. Langkah ke tiga memahami perubahan prilaku konsumen, konsumen disini tidak akan menghilang hanya terjadi perubahan tempat dan prilaku, untuk masa pandemi saat ini dengan berbagai anjuran pemerintah terkait PSBB dan Work From Home, untuk itu perlu adanya perubahan cara penjualan dari yang offline menjadi online.

Baca Juga :   Ringankan Kebutuhan Di Masa Pandemi Managemen Buroq Berbagi ke Drivernya

Langkah ke empat adalah mereview produk artinya kaji ulang produk atau layanan yang selama ini dilakukan, masuk pada kelompok manakah produk dan layanan dalam usahanya. Untuk situasi sekarang memenuhi kebutuhan pokok adalah lebih utama dibanding belanja kebutuhan lain sementara untuk layanan akan lebih menarik jika layanan tersebut dengan antar dan cepat serta aman.

Langkah ke lima adalah kesesuaian strategi custemer relation dan kanal penjualan, langkah ke enam adalah rencana ulang pendapatan dan pangkas anggaran biaya. Kebutuhan kebutuhan yang tidak mendesak di pending terlebih dahulu hingga akhi pandemi.

Langkah ke tujuh adalah
Kolaborasi /kerjasama usaha dengan memperkuatcdan memperluas jaringan serta meningkatkan efisiensi. Dan yang terakhir adalah sedekah untuk langkat terakhir ini ada empat manfaat yaitu memgundang datangnya rejeki, menolak bala/musuh, menyembuhkan penyakit dan memanjangkan umur.

Sementara itu Kepala Ekonomi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Kiryanto pun memberikan trik Pertama, Fokus pada kebutuhan konsumen. Kedua, terus berinovasi dan berkreasi baik di level produk maupun services sesuai dengan perubahan preferensi dan perilaku konsumen. Ketiga, Kembangkan Penelitian dan Pengembangan untuk meningkatkan daya tahan ketika krisis melanda.

Keempat, Tidak boleh cepat berpuas diri karena perjalanan akan lebih tangguh. Keenam, Jaga hubungan baik timbal balik dengan vendor, supplier dan distributor. Ketujuh, Berhimpun dalam organisasi umkm sebagai sarana mengembangkan jejaring dan bisnis. Kedelapan, Berkolaborasi dengan perbankan sebagai mitra strategis untuk sumber pembiayaan, informasi, dan pendampingan pengembangan usaha. (AK)


Credit photo: Salah satu produk UMKM  dipameran UMKM di Jakarta/Telegraf


Tanggapi Artikel